PENUNTASAN PERSOALAN BANJIR di NAGARI SUNGAI BATANG
- 22 Jul 2026 18:31 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Hujan deras berintensitas tinggi yang melanda wilayah Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada Sabtu (18/7) lalu mengakibatkan Sungai Batang Tumayo meluap dan menerjang pemukiman warga. Musibah ini dipicu oleh belum optimalnya pengerjaan pengerukan alur sungai pascabencana tahun lalu, sehingga debit air membendung dan melimpah ke luar jalur sungai saat curah hujan meningkat.
"Posisi dasar air di Batang Tumayo itu sudah lebih tinggi daripada permukiman warga. Setinggi apa pun kita mengupayakan pembuatan tanggul darurat yang hanya dengan material longsoran itu sendiri, akan mudah hanyut oleh air jika hujan sangat deras. Itulah yang terjadi pada hari Sabtu yang lalu, air lebih banyak mengalir ke permukiman warga ketimbang melewati jalur sungai. Saat itu lebih kurang ada 60 sampai 80 KK yang terdampak dan sempat dievakuasi." Menurut keterangan Ashin Datuak Bandaro Kayo selaku Wali Nagari Sungai Batang.
Meski luapan air kini telah surut dan warga mulai kembali dari pengungsian, endapan lumpur setinggi lutut masih menggenangi lantai rumah penduduk. Bencana berkala ini tidak hanya mengganggu psikologis masyarakat yang diselimuti rasa cemas tiap hujan turun, tetapi juga melumpuhkan sektor perekonomian warga serta membanjiri fasilitas umum seperti gedung Sekolah Dasar (SD) dan Kantor Pos.

Guna mencegah dampak bencana yang lebih luas selama musim penghujan, Pemerintah Nagari Sungai Batang mendesak instansi terkait, khususnya Balai Wilayah Sungai (BWS), untuk segera mengambil langkah konkret. Meski satu unit alat berat dari pelaksana proyek telah disiagakan di lokasi, kapasitasnya dinilai belum memadai untuk merestorasi pendangkalan sungai dari kawasan hulu hingga ke hilir.
"Karena 100 persen aliran sungai itu sudah tidak lagi normal dan material sisa longsor menumpuk rata, air jadi menyebar. Kami sangat berharap kepada pemerintah, terutama pihak BWS, agar program normalisasi ini disegerakan. Jika aliran Batang Tumayo ini dibantu untuk dikondisikan walau sifatnya kedaruratan sementara, itu pasti akan memberikan jaminan kenyamanan dan rasa aman kepada masyarakat."
Selain penanganan darurat alur sungai, pihak nagari juga terus mengawal percepatan realisasi Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Mengingat sejumlah lokasi usulan Huntap mandiri terindikasi berada di zona rawan bencana, opsi relokasi ke Huntap kolektif di atas lahan milik pemerintah daerah menjadi solusi akhir yang diharapkan dapat segera diwujudkan. (NAS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....