UNP Hadirkan Inovasi Filtrasi Multistage bagi Korban Banjir
- 20 Agt 2026 20:02 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kegiatan bertajuk “Solusi Penyediaan Air Bersih melalui Teknologi Filtrasi Multistage bagi Masyarakat Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kota Padang.”
Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peran perguruan tinggi untuk memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Banjir dan longsor dapat menyebabkan sumber air masyarakat, seperti sumur dan sumber air lainnya, mengalami penurunan kualitas akibat masuknya lumpur, sedimen, sampah, serta berbagai material pencemar. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air yang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
| Baca juga: Guru SDN 17 Payakumbuh Raih Juara Inovatif |
Melalui kegiatan PKM ini, Tim Universitas Negeri Padang menerapkan teknologi filtrasi multistage atau sistem penyaringan bertahap sebagai salah satu solusi teknologi tepat guna. Sistem ini memanfaatkan beberapa lapisan media filtrasi yang memiliki fungsi berbeda dalam membantu menyaring lumpur, sedimen, partikel tersuspensi, serta memperbaiki kualitas fisik air.
“Permasalahan air bersih merupakan salah satu persoalan penting yang muncul setelah bencana banjir dan tanah longsor. Melalui program PKM ini, kami berupaya menghadirkan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, dan dapat dioperasikan oleh masyarakat. Harapannya, teknologi filtrasi multistage ini dapat membantu masyarakat memperoleh kualitas air yang lebih baik untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ketua Pelaksana PKM, Dr. Ir. Heri Prabowo, S.T., M.T.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan atau penyediaan perangkat filtrasi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan merawat teknologi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan PKM juga dilengkapi dengan sosialisasi, pelatihan, demonstrasi penggunaan alat, serta pendampingan kepada masyarakat.
Mitra PKM yang diwakili oleh Bapak Iswan menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. Ia menilai bahwa persoalan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat, terutama ketika sumber air mengalami perubahan kualitas setelah terjadinya bencana.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PKM dari Universitas Negeri Padang. Kehadiran teknologi filtrasi multistage ini memberikan solusi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi lokasi kami sangat terdampak akibat banjir,” ujar Bapak Iswan.
Melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Padang dan masyarakat mitra, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Program tersebut juga menjadi bukti nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan pendanaan dari DPPM Kemdiktisainstek Tahun Anggaran 2026, PKM Universitas Negeri Padang ini diharapkan dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor, tidak hanya di Kota Padang tetapi juga di daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....