Bencana Hidrometeorologi Landa Nagari di Agam dan Pasaman

  • 08 Jul 2026 09:37 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tingginya intensitas curah hujan memicu bencana hidrometeorologi di dua kabupaten di Provinsi Sumatera Barat pada Senin, 6 Juli 2026. Peristiwa tersebut meliputi banjir material susulan yang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, serta luapan air yang sempat merendam kawasan pemukiman di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai dan drainase meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman warga setempat.

Di Kabupaten Agam, luapan aliran Batang Tumayo membawa material lumpur dan batu yang berdampak parah pada kawasan Jorong Labuah dan Jorong Kubu, hingga merusak kembali jalan setapak darurat yang biasa digunakan untuk akses anak sekolah.

Wali Nagari Sungai Batang, Ahsin Datuk Bandaro Kayo, menyatakan bahwa kerusakan infrastruktur ini membuat kondisi wilayahnya kembali sulit dan membutuhkan penanganan alat berat dari pemerintah daerah secara cepat.

"Kami sangat berharap ada bantuan alat berat untuk meluruskan kembali jalur air ini ke jalur yang pas, sehingga tidak berserak ke pemukiman warga," ujar Ahsin Datuk Bandaro Kayo saat diwawancarai, Selasa, 7 Juli 2026.

Wali Nagari Sungai Batang, Ahsin Datuk Bandaro Kayo.

Sementara itu, dampak cuaca ekstrem berupa genangan air juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pasaman akibat tersumbatnya saluran drainase saat hujan lebat mengguyur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pasaman, Weni Tamsil, membenarkan adanya luapan air selokan yang sempat merendam beberapa rumah penduduk sebelum akhirnya berangsur-angsur normal kembali. Weni menjelaskan, "Terjadi semacam luapan air di suatu selokan karena turunnya hujan, tetapi tiga jam kemudian sudah surut meski sempat mengenai beberapa rumah warga."

Hingga saat ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat TNI dan Polri terus bersiaga serta melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan bencana pada kedua kabupaten tersebut.

Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat prakiraan cuaca buruk dari BMKG masih membayangi sebagian besar wilayah Sumatera Barat. Langkah koordinasi jangka panjang untuk penyediaan infrastruktur pengaman permanen, seperti dam atau bronjong kawat, kini tengah diupayakan demi menjamin keselamatan masyarakat terdampak. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....