Pengukuhan HDM: Sinergi Pemberantasan LGBT, Narkoba Dan Kemungkaran

  • 01 Jul 2026 06:14 WIB
  •  Bukittinggi

RRi.CO.ID,Bukittinggi - Pengurus Himpunan Da'i dan Mubaligh (HDM) Kota Bukittinggi dikukuhkan secara resmi oleh Wakil Walikota Bukittinggi, H. Ibnu Asis. Bertempat di Aula Istana Bung Hatta Bukittinggi.

Selasa, 30 Juni 2026.

Pengukuhan dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, Kabag Kesra Kota Bukittinggi, Ketua MUI, Tokoh agama dan tokoh masyarakat serta seluruh anggota HDM Kota Bukittinggi.

Mengawali arahannya, Wakil Walikota Bukittinggi, H. Ibnu Asis menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan dan terbentuknya kepengurusan HDM Kota Bukittinggi.

"Selamat kepada pengurus Himpunan Da'i dan Mubaligh Kota Bukittinggi periode 2026-2030. Ini menjadi pertanda baik bagi Kota Bukittinggi, bahwa Himpunan Da'i dan Mubaligh menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan dan mencerahkan umat," ucap H. Ibnu Asis

"Kami menitipkan pesan kepada Ustadz dan Ustadzah, mari bersama-sama bergandengan dalam fastabiqul khairat," ulasnya

"Mari kita maksimalkan dakwah ilallah. Menyeru, mengajak dan membimbing manusia ke jalan Allah SWT dan mencegah mereka dari berbuat kemungkaran," ajaknya

"In Syaa Allah Pemerintah Kota Bukittinggi, dengan tangan terbuka siap berkolaborasi, siap bersama dengan Himpunan Da'i dan para Mubaligh, dalam rangka menjadikan Kota Bukittinggi untuk lebih baik dan lebih sejahtera di masa yang akan datang," pungkasnya

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, DR. H. Irwan,M.Ag juga menyampaikan selamat atas pengukuhan pengurus HDM Kota Bukittinggi. Ia menegaskan bahwa dengan dikukuhkannya pengurus HDM periode 2026-2030 menjadi kekuatan luar biasa dalam membangun peradaban yang lebih religius di Kota Bukittinggi.

"Selamat atas pengukuhan pengurus HDM Kota Bukittinggi. Kita berharap kiprah HDM ke depan dapat berbuat lebih banyak. Ini menjadi kekuatan dalam membangun, meningkatkan keimanan serta ketaqwaan atau lebih mendekatkan umat dengan ajaran agamanya," ucap DR. H. Irwan,M.Ag

"Setelah ini, tentu ada rapat kerja. Kita berharap dapat melahirkan program terukur, baik untuk masa satu tahun dan empat tahun ke depan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat," ajaknya

"Kementerian Agama akan support dan dukung serta siap berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan umat, terlebih masalah LGBT, persoalan narkoba dan persoalan umat yang akan mengganggu nilai-nilai ajaran agama. In Syaa Allah dengan bersama kita akan atasi semua masalah tersebut," tegasnya

"Lebih dari 70 persen Napi di Lembaga Pemasyarakatan tersandung masalah narkoba. Ini menjadi PR kita dan tantangan kita semua. Akan menjadi apa generasi kita ke depan, kalau narkoba dibiarkan merajalela merusak para generasi muda di Kota Bukittinggi dan Ranah Minang ini," terangnya

"Untuk itu, HDM akan mengambil peran besar untuk bisa memberikan pemahaman, mengajak umat, memberikan penjelasan terkait dampak yang berakibat fatal bagi kehidupan umat," ulasnya

H. Irwan melanjutkan, agar kiprah HDM berdampak bagi masyarakat, maka ada lima dimensi yang harus terapkan.

"Yang pertama para Da'i dan Mubaligh adalah mujahid. Sebagai pejuang hari ini, bukan lagi mengangkat senjata, melainkan berjuang dengan pena, berjuang dengan pemikiran, berjuang dengan peradaban. HDM harus mampu berkontribusi nyata, khususnya dalam memperjuangkan umat dibidang keagamaan," jelasnya

"Kegiatan dua, HDM adalah mujahid atau pemersatu. Maka, Da'i dan Mubaligh harus me jadi garda terdepan sebagai pemersatu, terutama bagi Da'i dan Mubaligh itu sendiri. Da'i dan Mubaligh harus kompak, .e jaga kebersamaan, karena peradaban yang kuat akan lahir dengan adanya persatuan dan kesatuan. Semoga Allah menyatukan hati kita untuk membangun kehidupan yang indah di Kota Bukittinggi ini," tambahnya

"Dimensi ke tiga, HDM adalah sebagai mujaddid atau pembaharu. Bagaimana HDM mampu memahami agama dalam konteks kekinian. Perbedaaan kompetensi dan kualitas yang ada, maak HDM menjadi wadah untuk bisa berbagi ilmu, berbagi pandangan, berbagi pemahaman untuk memberikan pencerahan yang lebih baik. Sehingga Da'i dan Mubaligh saling menguatkan. Peranan Da'i dan Mubaligh adalah mencerahkan, bukan membingungkan," imbuhnya

"Dimensi ke empat, Da'i sebagai mu'allim. Da'i dan Mubaligh harus memberikan pendidikan, memberikan pelatihan dan pengajaran. Ajarkan dengan hikmah dan bijaksana, sampaikan dengan bahasa yang baik, berikan pemahaman yang jelas dan dengan kata-kata yang lugas, sehingga umat dapat memahami dan melaksanakan ajaran agama dengan baik," tambahnya

"Ke lima, Da'i dan Mubaligh adalah sebagai mu'addid atau menjaga moralitas. Ditengah maraknya LGBT, tentu kita harus menjadi penyangga moral negeri dan bangsa ini, khususnya di Ranah Minang dan lebih khususnya lagi di Kota Bukittinggi," ulasnya

"In Syaa Allah dengan bersama-sama. Pemerintah, Forkopimda dan semua kalangan agama, tokoh adat, Niniak Mamak, mari bersatu dengan tidak memberikan tempat bagi LGBT di Ranah Minang," tambahnya

"Setiap anak punya orang tua, punya Niniak Mamak, punya masjid dan punya tokoh-tokoh agama. Mari bersatu, persempit ruang gerak mereka. Kita bebaskan negeri ini dari LGBT, bebaskan Bukittinggi dari narkoba dan penyimpangan lainnya. Kalau sudah bersama, komitmen memberantasnya, In Syaa Allah Bukittinggi Kota Perjuangan akan menjadi negeri yang baldhatun thayyibatun warabbun ghafur," tandasnya

Sementara itu, Ketua Himpunan Da'i dan Mubaligh Kota Bukittinggi, Khairunnas Tuanku Nan Saleh menyampaikan terimakasih atas kehadiran Walikota, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi serta Forkopimda dan seluruh tamu undangan.

"Untuk melegalkan organisasi HDM, kita akan segera mengurus izin mulai dari Kesbangpol hingga keluar SK dari Kemenkumham," terang Khairunnas

"Mengingat tugas dan tantangan ke depan yang semakin berat, atas amanah yang ditumpangkan kepada kami, kami mengajak seluruh pengurus dan anggota HDM untuk bersama-sama dan menyatukan pandangan dalam memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat," ajaknya

"In Syaa Allah HDM siap bersinergi dan mendukung program pemerintah dibidang keagamaan," pungkasnya. (Andreas)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....