Payakumbuh Kuatkan Pelestarian Adat lewat Program Satu Iven Satu Nagari
- 29 Jun 2026 01:27 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat pelestarian adat Minangkabau melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta, upaya itu diwujudkan melalui program Satu Iven Satu Nagari.
Komitmen tersebut ditandai pembukaan Mambangkit Tradisi Adat Salingka Nagari Koto Nan Gadang: Pergelaran Baadok-Adok di Kantor Kerapatan Adat Nagari Koto Nan Gadang, Minggu 28 Juni 2026. Kegiatan dibuka Wakil Wali Kota Elzadaswarman mewakili Wali Kota Zulmaeta.
Pergelaran Baadok-Adok ditetapkan sebagai bagian Kalender Iven Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Payakumbuh. Agenda ini menjadi unggulan program Satu Iven Satu Nagari yang mendorong setiap nagari menampilkan kekhasan budaya sebagai daya tarik wisata dan penggerak ekonomi.
Elzadaswarman mengatakan Pemko mendorong nagari menggali, menjaga, dan mempromosikan tradisi. "Melalui program Satu Iven Satu Nagari, kita tidak hanya menjaga warisan tradisi seperti prosesi Baadok-Adok agar tetap lestari, tetapi juga menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," ujarnya. Hadir Ketua DPRD Wirman Putra, Ketua LKAAM Dt. Parmato Alam, jajaran KAN, Bundo Kanduang, niniak mamak, dan tokoh masyarakat.
Ia menekankan pentingnya adat sebagai benteng moral di tengah perubahan. "Aturan itu bukan untuk membatasi, melainkan menjadi payung yang melindungi kelestarian adat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya," katanya. Elzadaswarman juga mendorong keterlibatan generasi muda. "Kalau generasi muda tidak dilibatkan sejak sekarang, kita khawatir budaya yang diwariskan para leluhur perlahan akan ditinggalkan," ujarnya.
Pergelaran berlangsung semarak dengan talempong pacik Bundo Kanduang. Prosesi Baadok-Adok diperagakan niniak mamak Koto Nan Gadang, menampilkan tata cara adat perkawinan yang masih terpelihara. Elzadaswarman menegaskan pengembangan wisata budaya harus berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Pemko optimistis pelestarian adat seiring dengan pariwisata. "Sejalan dengan visi Wali Kota Zulmaeta, pelestarian adat menjadi bagian penting mewujudkan Payakumbuh maju, berdaya saing, sekaligus berakar kuat pada nilai budaya dan kearifan lokal," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....