Bukan Bansos Biasa Wawako Payakumbuh Dorong Warga Berbisnis Jamur

  • 25 Jun 2026 08:43 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mengubah pola penyaluran stimulus masyarakat dari konsep bantuan sosial pasif menjadi stimulus ekonomi produktif mandiri. Hal itu ditegaskan pemko saat menggelar pelatihan intensif tata cara budidaya jamur tiram komersial bagi puluhan kepala keluarga pada Rabu, 24 Juni 2026.

Wakil Wali Kota Elzadaswarman meminta seluruh peserta tidak memperlakukan bantuan baglog sebagai pemenuh kebutuhan konsumsi jangka pendek semata. Warga didorong untuk jeli melihat peluang pasar lokal sehingga usaha mikro rumah tangga ini mampu berkembang menjadi sumber pendapatan baru.

"Bantuan yang diberikan hari ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bantuan produktif yang kami harapkan berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga. Kelola dengan baik, ikuti pelatihan secara serius, dan jadikan ini langkah awal membangun usaha produktif keluarga," kata Elzadaswarman.

Untuk membakar semangat peserta, pemko menghadirkan Fitri Afriani, seorang praktisi budidaya jamur sukses yang merintis usahanya sejak di bangku kuliah. Ketekunan Fitri membesarkan bisnis pertanian mandiri ini bahkan berhasil membawanya terbang ke Jepang untuk memaparkan kisah sukses pemberdayaan ekonomi.

"Beliau patut menjadi inspirasi bagi kita semua. Dengan ketekunan dan kesungguhan dalam membudidayakan jamur tiram, beliau mampu membantu biaya keluarga, menyelesaikan pendidikan, bahkan mendapat kesempatan diundang ke Jepang untuk berbagi pengalaman," tutur Wawako mengapresiasi.

Sejalan dengan visi Wali Kota Zulmaeta, skema pembinaan satu hari penuh ini juga akan dikawal secara bergulir hingga memasuki fase pemasaran hasil panen. Dinas terkait berkomitmen memonitor perkembangan produksi rumah tangga warga agar tercipta kemandirian fiskal yang berkelanjutan dari sektor agribisnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....