Tangis & Mental Hearth Remaja, Yessi Endriani Dorong Guru Jadi Penolong Pertama

  • 17 Jun 2026 08:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Sebanyak 70 orang guru kelas dan guru mata pelajaran dari SMA, SMK, dan MAN Sederajat berada di Kota Bukittinggi serta Agam Timur mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Keluarga Remaja (BKR) Angkatan III yang digelar di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman guru terkait kesehatan mental remaja serta penerapan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis bagi peserta didik di lingkungan sekolah.

Bimtek dibuka oleh Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yessi Endriani.SM.RO selaku pemberi pokok-pokok pikiran (pokir). Kegiatan itu turut dihadiri Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3APPKB Sumbar, Zulkarnaini,ST.MM yang mewakili Kepala Dinas DP3APPKB Provinsi Sumatera Barat, serta Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumbar, Fadrizal.

Dalam sambutannya, Yessi Endriani menyoroti kondisi kesehatan mental remaja yang saat ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama keluarga dan sekolah.

“Kalau kondisi remaja kita saat ini, banyak yang tidak baik-baik saja. Dari hasil asesmen yang dilakukan di sekolah ditemukan berbagai persoalan kesehatan mental yang dialami peserta didik,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai informasi yang diterima menunjukkan munculnya fenomena yang sering disebut sebagai generasi strawberry, yakni generasi yang rentan terhadap tekanan dan tantangan kehidupan.

Kondisi tersebut bahkan berdampak pada rendahnya kemampuan menyelesaikan pendidikan, seperti skripsi, hingga munculnya kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.

Yessi menegaskan bahwa orang tua harus mampu mendeteksi lebih dini kondisi mental anak. Namun, tidak semua remaja merasa nyaman menceritakan persoalan yang mereka hadapi kepada keluarga.

“Di sinilah peran guru menjadi sangat penting. Sekolah dapat menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bercerita, sehingga guru dapat membantu mengenali dan memahami kondisi mental peserta didik,” katanya.

Sementara itu, Fadrizal menyampaikan bahwa seluruh guru di sekolah sejatinya merupakan guru wali yang harus memiliki kepedulian dan pemahaman terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa.

“Semua guru memiliki tanggung jawab untuk memahami kondisi peserta didik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pendamping yang membantu siswa menghadapi berbagai tantangan di masa remaja,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan pola pendidikan yang lebih adaptif dan pendekatan yang lebih humanis agar peserta didik mampu berkembang secara optimal di era digital.

Melalui kegiatan Bimtek BKR Angkatan III ini, para guru diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam mendeteksi permasalahan psikologis remaja, memberikan dukungan awal melalui Psychological First Aid (PFA), serta memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan siap menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kesehatan mental remaja sebagai modal penting pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Barat. (JM/RRI BKT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....