2.000 Warga Situjuah Terisolasi Desak Alat Berat Datang

  • 13 Mei 2026 15:23 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi: Hujan deras mengguyur Limapuluh Kota sejak Selasa malam 12 Mei 2026. Akibatnya enam ratus kepala keluarga atau dua ribu lima puluh tiga warga Nagari Situjuah Ladang Laweh terisolasi total.

Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh Mawardi Dt Sinaro Paneh melaporkan akses jalan utama tertimbun longsor dan amblas. "Sebanyak enam ratus kepala keluarga atau dua ribu jiwa warga kami terisolasi akibat jalan tertimbun longsor dan amblas," ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky meninjau lokasi amblas pada Rabu pagi hari. Ia menemukan jalan kabupaten satu-satunya menuju nagari tersebut sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Jalan kabupaten ini tak hanya amblas berlubang mirip sinkhole tapi juga tertimbun material longsor," tegas Fajar Rillah Vesky. Akibatnya sekolah libur, ekonomi nyaris lumpuh, dan jalan tersebut harus segera diperbaiki menggunakan alat berat pemerintah daerah.

Fajar meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tanggap darurat untuk menangani longsor, banjir, dan tanah amblas. Penanganan meliputi kaji cepat lokasi, evakuasi warga, pembersihan material, hingga pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi secara mandiri cepat.

Jika dampak bencana meluas dan dana operasional terbatas, pemerintah daerah diminta menetapkan status tanggap darurat bencana. Status itu melegalkan penggunaan dana tak terduga APBD 2026 serta mobilisasi bantuan dari berbagai pihak terkait bencana.

Nagari Tungkar juga terdampak bencana hidrometeorologi sehingga warga mengungsi ke tempat lebih aman sejak Rabu dini hari. Sementara sungai Batang Sandir yang bermuara ke Batang Agam Payakumbuh meluap merendam lahan pertanian dan merusak lubuk ikan.

Pemerintah nagari terdampak sedang mendata kerusakan dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi beruntun di wilayah. Laporan dari nagari dan camat harus menjadi perhatian serius pemda dalam menyusun respons penanganan darurat cepat.

Fajar mendorong pemerintah menjalankan penanganan bencana dari hulu ke hilir secara komprehensif, bukan respons parsial reaktif. Banyak pakar lingkungan menyebut bencana hidrometeorologi di Limapuluh Kota berkaitan dengan ekosistem dan anomali iklim global.

google-preference
Kata Kunci / Tags
Video

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....