Dramatis! Longsor Sungai Landia, Evakuasi Kilat Satu Tewas

  • 06 Mei 2026 18:12 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Agam — Bencana tanah longsor yang melanda Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Selasa malam (5/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB, langsung direspons cepat oleh jajaran Polri bersama tim gabungan. Unsur TNI, BPBD, Basarnas, Dinas PUPR, serta pemerintah daerah turut terlibat dalam penanganan darurat di lokasi kejadian.

Kehadiran aparat dan tim gabungan menjadi garda terdepan dalam proses evakuasi sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak. Longsor dilaporkan terjadi di dua titik berbeda dengan tingkat kerusakan yang cukup signifikan.

Di titik pertama, kawasan Pincuran Nyiak Tukang, material longsor setinggi sekitar setengah meter dengan panjang kurang lebih 20 meter sempat menutup akses jalan. Berkat kerja cepat dan koordinasi solid tim gabungan, material berhasil dibersihkan sehingga pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Sementara itu, di titik kedua yang berada di Gantiang, Jorong Kampuang Baruah, longsor sepanjang sekitar 30 meter dengan tinggi material mencapai satu meter mengakibatkan tiga unit rumah warga tertimbun. Dalam situasi darurat tersebut, proses evakuasi langsung dilakukan oleh personel gabungan dibantu masyarakat setempat.

Dari total tujuh korban terdampak, empat orang berhasil dievakuasi dan segera dilarikan ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis. Dua korban lainnya berhasil diselamatkan dan diamankan di Kantor Wali Nagari Sungai Landia dalam kondisi selamat.

Satu korban lainnya sempat tertimbun material longsor dan dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan. Setelah upaya tanpa henti, korban akhirnya ditemukan pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Peran aktif personel Polsek IV Koto Polresta Bukittinggi bersama tim gabungan sejak awal kejadian menjadi kunci dalam percepatan proses evakuasi. Selain itu, petugas juga melakukan pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas, serta membantu pembersihan material menggunakan dua unit alat berat jenis backhoe loader dari Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat.

Saat ini, akses jalan di Nagari Sungai Landia secara umum sudah dapat dilalui kendaraan. Namun, jalur tersebut belum sepenuhnya dibuka untuk kendaraan roda empat karena masih terdapat titik rawan, khususnya di kawasan Nagari Panta Pauh, Kecamatan Matur, yang terus dalam pemantauan.

Sinergi lintas instansi dalam penanganan bencana ini menjadi bukti nyata komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berisiko memicu bencana serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....