Pemko Pasaman Barat Resmikan Dapur Makan Bergizi Gratis di Bandarejo

  • 28 Apr 2026 08:32 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Pasaman Barat – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Cahaya Langowan Nusantara di Nagari Lingkuang Aua Bandarejo. Kehadiran dapur ini menjadi langkah konkret dalam pemenuhan gizi masyarakat serta percepatan penanganan stunting pada Senin, 27 April 2026.

Asisten III Setdakab Pasbar Harlina Syahputri, yang mewakili Bupati Yulianto, melakukan peresmian bersama jajaran DPRD dan kepala OPD terkait. Program ini merupakan kebijakan strategis pemerintah pusat yang menyasar anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

“Program MBG bukan sekadar menyediakan makanan untuk mengenyangkan, tetapi memastikan anak memperoleh asupan gizi yang baik bagi masa depan,” ujar Harlina.

Keberadaan dapur MBG dinilai sangat relevan mengingat angka stunting di Pasaman Barat masih berada di kisaran 10,5 persen berdasarkan data Februari 2026. Fokus intervensi dilakukan terutama di Kecamatan Pasaman yang mencatatkan sebanyak 548 baduta berisiko stunting.

Harlina menekankan bahwa kesibukan orang tua sering menjadi tantangan dalam pemenuhan gizi anak di rumah. Melalui program ini, asupan nutrisi anak terutama saat berada di sekolah dapat lebih terjamin dan terpantau kualitasnya.

Pemerintah daerah meminta pengelola dapur untuk berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran pada kelompok rentan. Aspek kebersihan dan kualitas bahan pangan yang disajikan juga menjadi poin utama yang harus terus dijaga secara ketat.

“Kami berharap pengelola menjaga kualitas dan kebersihan agar makanan yang disajikan benar-benar membangun kualitas generasi masa depan,” tambah Harlina.

Mitra SPPG Boni Saputra menjelaskan bahwa dapur ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional di bawah naungan Badan Gizi Nasional. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandarejo ini ditargetkan mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat.

Pengelola berkomitmen menggunakan bahan pangan lokal dalam proses produksi guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Pihak yayasan juga membuka diri terhadap pengawasan publik agar pengelolaan program berjalan secara transparan dan akuntabel.

Kepala SPPG Bandarejo Adji Dwi Mahesa menyebutkan pada tahap awal, operasional dapur telah melayani 1.048 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Para siswa tersebut berasal dari MAN 5 Pasaman, SDN 07 Pasaman, serta TK Marsita.

Selain dukungan pemerintah, pihak pengelola juga mengharapkan informasi harga pangan berkala dari Dinas Koperasi dan UMKM. Hal ini diperlukan untuk memastikan belanja dapur tetap efektif dan sesuai dengan kondisi harga pasar terkini.

Diharapkan dengan beroperasinya dapur MBG ini, kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Bandarejo meningkat secara signifikan. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting menuju target nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....