Sekda Payakumbuh Ajak ASN Hemat Energi dan Olah Sampah Mandiri

  • 20 Apr 2026 11:22 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Payakumbuh – Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerapkan pola hidup hemat energi dan disiplin mengelola sampah. Ajakan ini disampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Payakumbuh pada Senin, 20 April 2026.

Rida menyebutkan bahwa Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta telah mengeluarkan edaran khusus sesuai dengan arahan pemerintah pusat terkait penghematan energi. Setiap hari Rabu, ASN diimbau berangkat ke kantor menggunakan kendaraan roda dua atau bersepeda jika memungkinkan.

“Kebijakan ini perlu dijalankan secara konsisten sebagai bentuk komitmen bersama menekan konsumsi energi di lingkungan pemerintahan,” ujar Rida Ananda.

Selain penghematan energi di kantor, ia mengingatkan agar pelaksanaan Work From Home (WFH) tetap dijalankan secara optimal dan produktif oleh pegawai. Rida menegaskan bahwa WFH bukanlah hari libur, melainkan metode kerja yang harus tetap menghasilkan output maksimal bagi daerah.

Upaya efisiensi ini dipandang semakin krusial mengingat adanya kenaikan harga BBM non-subsidi dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah kota mendorong ASN untuk menyesuaikan pola konsumsi harian agar beban pengeluaran operasional dapat lebih terkendali.

“WFH bukan berarti libur bekerja, kami minta yang melaksanakannya tetap produktif menjalankan tugas dari rumah,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda memberikan apresiasi kepada sejumlah pejabat yang telah memulai pola hidup ramah lingkungan. Ia mencontohkan Kepala Diskominfo Kurniawan Syah Putra yang sudah mulai rutin bersepeda saat berangkat ke kantor.

Apresiasi serupa diberikan kepada Kabag Umum Ulfakhri dan Analis Keuangan BKD Refnisia yang dinilai sukses mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos. Langkah sederhana ini dianggap memiliki dampak besar terhadap kelestarian lingkungan jika dilakukan secara kolektif.

“Hal sederhana seperti bersepeda dan mengolah sampah rumah tangga memiliki dampak besar jika kita lakukan bersama-sama,” tambah Rida.

Terkait persoalan kebersihan, Rida menyampaikan bahwa pemerintah daerah kini tidak lagi menggunakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara konvensional. Saat ini, sistem pengelolaan sampah Kota Payakumbuh sepenuhnya hanya mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Ia meminta masyarakat dan ASN untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebelum dibuang ke TPST. Sampah yang dibuang ke petugas kebersihan diharapkan benar-benar hanya sisa yang tidak dapat diolah kembali secara mandiri.

“Mari kita mulai dari rumah tangga, minimal mengolah sampah organik menjadi kompos sebagai upaya menjaga lingkungan kita,” pungkas Rida Ananda.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....