Muhammadiyah Bukittinggi Salurkan Bantuan Korban Longsor di Malalak

  • 18 Mar 2026 11:54 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Solidaritas tanpa sekat kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Muhammadiyah dalam merespons bencana alam di Sumatera Barat. Pada Selasa (17/3/2026), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bukittinggi menyisir kawasan terdampak longsor di Kecamatan Malalak untuk mengantarkan bantuan langsung kepada warga dan pengurus yang terdampak.

Kehadiran rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua PDM Bukittinggi, Dr. Beni Firdaus, M.A., dan Ketua PDA Bukittinggi, Prof. Dr. Rusyaida, M.Ag., disambut haru oleh warga setempat. Bantuan berupa paket sembako lengkap dan uang tunai diserahkan sebagai upaya darurat memenuhi kebutuhan pokok yang sempat terputus akibat akses jalan yang tertimbun material longsor.

Aksi ini merupakan rangkaian maraton kemanusiaan setelah sebelumnya, pada Sabtu (14/3/2026), tim serupa juga menembus wilayah Kecamatan Palupuh yang diterjang banjir bandang dan longsor.

Solidaritas Lintas Provinsi

Bantuan yang disalurkan bukan sekadar donasi lokal. Tercatat, dana sebesar Rp6,6 juta digalang dari internal PDM dan PDA Bukittinggi, diperkuat dengan dukungan dari PDM Tebing Tinggi sebesar Rp5 juta, serta simpati dari warga Muhammadiyah Jawa Timur yang mengirimkan Rp10 juta.

Wakil Ketua PDM Bukittinggi, Dr. Beni Firdaus, menegaskan bahwa gerakan ini adalah manifestasi dari teologi al-Ma'un yang mengajarkan keberpihakan nyata pada mereka yang tertimpa musibah. "Kami hadir bukan sekadar membawa angka atau materi, tetapi membawa pesan persaudaraan yang melintasi batas geografis. Bantuan dari Bukittinggi, Tebing Tinggi, hingga Jawa Timur ini adalah bukti bahwa warga Malalak tidak sendirian. Kami ingin memastikan api semangat mereka tetap menyala di tengah ujian ini," ujar Dr. Beni Firdaus.

Harapan di Tengah Puing

Respons hangat datang dari para penerima manfaat. Di antara puing sisa longsor, raut kelegaan terpancar dari wajah warga yang merasa diperhatikan di saat-saat sulit.

"Kami sempat merasa terisolasi karena akses yang sulit. Kedatangan Bapak dan Ibu dari Muhammadiyah bukan hanya soal beras atau uang, tapi rasanya seperti mendapat tenaga baru untuk bangkit lagi. Kami merasa punya keluarga besar yang peduli," ungkap salah seorang warga Malalak dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Ketua PDM Bukittinggi,Ustadz Gafnel, MA mengatakan gerakan kolektif ini diharapkan mampu memicu gelombang solidaritas yang lebih besar dari elemen masyarakat lain, mengingat proses pemulihan infrastruktur dan ekonomi di Malalak dan Palupuh masih membutuhkan waktu yang panjang.()

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....