Rumah Puisi Taufiq Ismail Menjadi Museum Sastra Indonesia

  • 04 Feb 2026 11:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Rumah Puisi Taufiq Ismail yang berada di kawasan Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, kini resmi bertransformasi menjadi Museum Sastra Indonesia. Perubahan fungsi ini menandai babak baru dalam upaya pelestarian dan pengembangan literasi serta kesusastraan nasional.

Terletak di kaki Gunung Singgalang dan Gunung Marapi, Museum Sastra Indonesia menawarkan perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan intelektual. Lingkungannya yang sejuk menjadikan tempat ini bukan hanya pusat literasi, tetapi juga destinasi wisata edukasi dan budaya.

Museum ini berawal dari Rumah Puisi yang didirikan oleh penyair senior Indonesia, Taufiq Ismail, pada tahun 2008. Seiring waktu, perannya terus berkembang. Pada Oktober 2024, tempat ini secara resmi ditetapkan sebagai museum sastra, lalu diaktivasi kembali pada Januari 2026 dengan fungsi yang lebih luas sebagai museum sastra pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Bangunan museum terdiri dari dua lantai dengan desain modern. Di dalamnya terdapat perpustakaan pribadi Taufiq Ismail, ruang pameran yang menyimpan berbagai koleksi sastra Indonesia, serta ruang publik yang dapat digunakan untuk diskusi, pertemuan, dan kegiatan kebudayaan.

Selain sebagai ruang pamer, Museum Sastra Indonesia juga berfungsi aktif sebagai pusat kegiatan sastra. Berbagai pelatihan kepenulisan digelar untuk guru dan siswa, termasuk sanggar menulis dan forum apresiasi sastra Indonesia dan Minangkabau. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai sastra sejak dini.

Lokasinya yang strategis turut menambah daya tarik museum ini. Museum Sastra Indonesia berada dalam satu kompleks dengan Rumah Budaya Fadli Zon serta Aie Angek Cottage, sehingga menghadirkan pengalaman wisata budaya yang terintegrasi antara sastra, seni, dan alam.

Dengan transformasi ini, Museum Sastra Indonesia diharapkan menjadi pusat rujukan literasi nasional sekaligus simbol penting dalam perjalanan sejarah kesusastraan Indonesia.(ER)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....