Klinik UMKM Minang Bangkit Diresmikan untuk Pemulihan Ekonomi

  • 25 Jan 2026 16:28 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat langkah pemulihan ekonomi pascabencana melalui peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit, Jumat 23 Januari 2026. Klinik tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) RI, Helvi Moraza, didampingi Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar.

Wamen UMKM RI, Helvi Moraza menyampaikan Klinik UMKM Minang Bangkit merupakan inisiatif Kementerian UMKM RI untuk mempercepat pemulihan UMKM yang terdampak bencana di Sumbar. Melalui pendekatan terpadu, pemerintah menargetkan UMKM tidak hanya pul um, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas.

"Pemulihan UMKM tidak hanya menyentuh aspek usaha, tetapi juga kondisi mental dan psikologis pelaku usaha. Oleh karena itu, Klinik UMKM Minang Bangkit menyediakan layanan pendampingan psikologis, selain konsultasi bisnis, perizinan, akses permodalan, dan perluasan pasar," ujar Helvi.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan optimismenya bahwa UMKM Minang akan bangkit dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk memastikan UMKM tidak hanya kembali ke kondisi semula, tetapi mampu meningkatkan daya saing.

Klinik UMKM Minang Bangkit dihadirkan sebagai pusat layanan terpadu bagi UMKM terdampak bencana. Dengan mengusung semangat “mambangkik batang tarandam”, Helvi yakin ekonomi Sumatera Barat akan kembali menggeliat.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah melaporkan jumlah UMKM terdampak bencana di Sumbar. Berdasarkan catatannya, hingga 18 Januari 2026 tercatat 4.876 UMKM terdampak bencana, mereka tersebar di 12 kabupaten dan kota di Sumbar.

Siti Azizah menambahkan, upaya pemulihan akan dilakukan melalui tiga tahap, yakni pemulihan mental, pemulihan usaha, dan penguatan pertumbuhan UMKM. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemangku kepentingan atas kontribusinya dalam penanganan pascabencana tahap pertama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....