Yayasan KOARSA Bangun Sembilan Musala dengan Standar Toilet Bersih

  • 31 Mei 2026 15:40 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Yayasan Konco Arek Sahati (KOARSA) yang berbasis di Kota Bukittinggi, komit membangun musala baru di kawasan wisata dan daerah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Ketua Yayasan Koarsa, Yv Tri Saputra di Bukittinggi, mengatakan, yayasan yang awalnya berdiri sejak 2018 telah mendirikan sembilan mushala, dengan standar toilet bersih di berbagai daerah di Sumbar.

"Kami juga aktif bergerak di bidang sosial dan keagamaan, seperti penanganan bencana alam, khitanan massal, kurban Idul Adha, operasi katarak dan lainnya," ujarnya, Sabtu, 30 Mei 2026 malam, di Hotel Monopoli.

Yv Tri Saputra yang juga menjabat sebagai Komisaris Hotel Monopoli dan Founder Minang Geopark Run, menyampaikan, salah satu keunikan yayasan dengan anggota sekitar 200 orang yang didominasi oleh alumni SLTA (khususnya SMA 1 Bukittinggi) angkatan 1988 ini adalah pengelolaan dananya yang transparan.

"Seluruh dana CSR atau bantuan dari donatur disalurkan 100 persen tanpa dipotong untuk biaya operasional, karena operasional yayasan ditanggung mandiri melalui iuran anggotanya," sebutnya.

Yv Tri Saputra menjelaskan, Yayasa KOARSA berdiri beriringan dengan momentum bertepatan dengan digelarnya ajang Minang Geopark Run.

Saat itu, dibutuhkan sekitar 200 personel di lapangan untuk urusan operasional, dan penyelenggaraan, yang kemudian menjadi cikal bakal bertemunya para anggota yayasan.

"Kami nebeng beramal dari kegiatan orang yang mau jadi donatur. Anggota yayasan mengeluarkan tenaga, waktu, bahkan uang sendiri untuk operasional," ucapnya.

Menurut Yv Tri Saputra, yayasan KOARSA saat ini fokus mengatasi krisis ketersediaan tempat ibadah, dan toilet yang bersih di destinasi wisata Sumatra Barat.

Proyek musala di Puncak Tabiang, Pandai Sikek, akan dijadikan sebagai prototipe. Musala tersebut dirancang dengan arsitektur yang rapi, dan indah oleh alumni ITB angkatan 2004.

Rencana pembangunan musala berikutnya di Maninjau akan mengadopsi konsep serupa. Mengingat Maninjau merupakan daerah yang rawan, pihak yayasan menegaskan akan melakukan survei matang terlebih dahulu untuk memastikan keamanan lokasi serta kesiapan masyarakat setempat.

"Pembangunan direncanakan berjalan secepatnya karena dana yang digunakan merupakan dana pribadi dari Jenderal Purnawirawan Angkasa Dipua. Melalui program-program ini, Yayasan KOARSA berharap dapat merangkul generasi muda dengan jiwa sosial tinggi demi keberlanjutan dan regenerasi organisasi di masa depan," terangnya.

Aksi nyata yayasan ini sambung Yv Tri Saputra, juga terlihat saat bencana melanda Sumatera Barat pada tahun 2025 lalu. Ajang Minang Geopark Run yang sedianya bertajuk Alek Gadang Pelari diubah total menjadi gerakan Bangkit Sumbar dengan menggelar donasi bantuan.

“Yayasan KOARSA juga langsung mendirikan tujuh dapur umum di daerah Malalo, Tanah Datar. Hubungan emosional yang erat dengan warga Malalo terus berlanjut hingga Idul Adha kemarin, di mana yayasan menyalurkan hewan kurban ke daerah tersebut,” ungkapnya. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....