BKKBN Sumbar Selempangi Wawako Ibnu Asis "Duta GATI"

  • 23 Jun 2025 15:55 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang menjadi rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2025.

Kegiatan ini bersinergi dengan pelayanan KB serentak yang dilaksanakan di seluruh penjuru Indonesia, termasuk di Bukittinggi dan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat.

Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis ketika kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi , yang bersinergi dengan Pelayanan KB serentak, di Aula Balai Kota Bukittinggi, Senin (23/6/2025) mengatakan pemerintah daerah ingin komitmen bersama untuk membangun keluarga yang menjadi pilar utama pembangunan bangsa diteguhkan, apalagi tema momentum itu tahun ini” Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”.

Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi melalui beberapa langkah konkrit yakni pengintegrasian program KB dan kesehatan reproduksi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar menjadi prioritas pembangunan di sektor kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Lalu, pemerintah daerah menyediakan layanan KB gratis di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah (puskesmas, posyandu, dan rumah sakit). Pemerintah Kota Bukittinggi menyediakan sarana prasarana pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Kemudian, pelaksanaan kegiatan edukasi, penyuluhan dan konseling tentang kesehatan reproduksi, KB, pernikahan usia ideal dan pencegahan stunting, baik melalui media massa, media sosial maupun pertemuan langsung di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Bukittinggi juga melakukan langkah konkrit dengan mengembangkan Kampung KB di setiap kelurahan sebagai model kawasan binaan terpadu yang mengintegrasikan seluruh program kependudukan, KB, kesehatan reproduksi, pemberdayaan ekonomi dan pembinaan keluarga.

Ibnu Asis menyampaikan keluarga yang sehat, sejahtera dan berkualitas akan melahirkan generasi unggul menjadi modal penting menuju Indonesia Emas tahun 2045. Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bukan lagi menjadi program pilihan, melainkan menjadi program strategis nasional yang harus didukung bersama-sama, dikarenakan dampaknya sangat luas terhadap kesejahteraan keluarga, pengendalian stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta kualitas generasi muda di masa yang akan datang.

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Barat Mardalena Wati Yulia ketika diwawancarai wartawan

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat Mardalena Wati Yulia menyebutkan saat ini terdapat sejumlah isu keluarga di tengah masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian seperti masih tingginya angka stunting di Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan kuat. Selanjutnya, belum optimalnya pengetahuan orang tua berkaitan dengan pola pengasuhan serta pembinaan tumbuh kembang anak. Lalu, rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak turut menjadi kendala dalam keluarga, hingga lemahnya kualitas hidup lansia dan keterbatasan kemampuan keluarga memberikan pendampingan serta perawatan jangka panjang.

Disebutkan, isu keluarga itu direspon dengan program lima quick win yang diusung oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya gotong royong lintas sektor untuk mempercepat penurunan dan pencegahan stunting.

Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) menjadi program inovasi strategis untuk menciptakan kemandirian keluarga dengan menyediakan Tempat Penitipan Anak (TPA) berkualitas dan berkelanjutan, memungkinkan perempuan berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi, menciptakan sinergi lintas sektor dalam mendukung ibu bekerja, serta membangun ekosistem yang mendukung keseimbangan peran kerja dan keluarga.

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) muncul sebagai respons terhadap permasalahan fatherless yang mengkhawatirkan di Indonesia dengan memberikan solusi komprehensif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Program ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak, serta pendampingan remaja dan pra remaja.

Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) adalah integrasi kebijakan layanan terhadap kelompok lansia. SIDAYA menjadi bentuk pendampingan bagi keluarga lansia dan lansia itu sendiri melalui kepedulian dan peran serta multi sektor.

Super Apps Keluarga Indonesia menjadi aplikasi terpadu berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan seputar kependudukan dan keluarga.

“tentu kita berbicara kualitas, tentu kita menghindari yang namanya 4 T tadi ( tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu dekat) melahirkan. Kata kuncinya adalah keluarga tersebut kalau masih pasangan usia subur memakai salah satu alat kontrasepsi modern. Makanya, kita hari ini melakukan pendekatan pelayanan dengan menghadirkan mobil operasional KB,”sebutnya

Ia menambahkan untuk tahun anggaran 2025 ini Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat mendapatkan anggaran intensifikasi dan integrasi pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di wilayah khusus. Di Sumatera Barat terdapat 6 Kab/Kota yang mendapatkan alokasi Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) ini dengan kriteria pemilihan lokus adalah capaian Unmet Need (Kebutuhan Ber-KB yang tidak terpenuhi) yang masih Tinggi, Peserta Aktif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (PA MKJP) masih di bawah rata-rata serta prevalensi Kontrasepsi Modern atau Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) yang masih rendah.

Disebutkan, Adapun Kabupaten/Kota yang akan mendapatkan Pro PN ini yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi. Kegiatan ini melibatkan mitra terkait seperti TNI, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Pemerintah daerah setempat, termasuk Tim provider dalam pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Ini tentunya nanti akan membantu akselerasi realisasi anggaran penggerakan KB melalui dana salur Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

“kita jemput bola dalam rangka memberikan sosialisasi bahwa betapa pentingnya keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Bangsa ditentukan oleh keluarga yang sehat, kuat dan berkualitas,” tambahnya

BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Barat apresiasi capaian penurunan prevalensi stunting di Kota Bukittinggi, keberadaan program Sekolah Keluarga yang terus berjalan tetap dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan di daerah ini.

Persoalan stunting tidak semata dihadapkan dengan ketidakcukupan pemenuhan asupan gizi bagi anak, tetapi bagaimana cara pengasuhan dan pembinaan anak oleh orang tua.

Stunting dipengaruhi sejak Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sehingga orang tua atau pasangan suami istri jangan lengah terhadap pemenuhan asupan gizi agar tidak terlahir anak stunting.

“tadi, apa yang disampaikan Pak Wakil Walikota Bukittinggi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) itu jangan sampai lengah, kita juga bergerak bagi calon pengantin, jadi sebelum anak dilahirkan kita harus cegah stunting. Sekarang, kita sudah punya data Keluarga Berisiko Stunting. Itu kita intervensi dengan beberapa program serupa GENTING, pemberian KIE dan konseling , kan ada ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah, Siap Hamil),”tuturnya

Diketahui, pada kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi itu Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis disematkan selempang Duta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), itu didasari oleh fenomena saat ini bahwa banyak anak yang kehilangan sosok ayah di tengah keluarga, jika hal tersebut dibiarkan maka mempengaruhi tumbuh dan kembang anak.

Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) diperingati setiap tanggal 29 Juni di Indonesia, peringatan itu dilandasi Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2014 yang menjadi bentuk nyata atas komitmen pemerintah yang konsisten untuk mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing melalui keluarga berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....