Tradisi Ngabuburit Paling Aneh namun Menarik Dari Berbagai Daerah Dunia

  • 08 Mar 2026 22:18 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit dilakukan masyarakat Muslim dengan berbagai cara unik. Beberapa tradisi bahkan tergolong aneh namun tetap menarik perhatian masyarakat dunia.

Di Turki, masyarakat memiliki tradisi ngabuburit dengan mendengarkan tabuhan drum keliling di lingkungan permukiman. Para penabuh drum biasanya mengenakan pakaian tradisional sambil berjalan mengelilingi kampung sejak sore hari.

Tradisi tersebut berasal dari masa Kekaisaran Ottoman dan masih dipertahankan hingga sekarang. Warga sering memberikan makanan atau uang sebagai bentuk penghargaan kepada penabuh drum tersebut.

Di Mesir, masyarakat memanfaatkan waktu menjelang berbuka dengan menyalakan lampu fanous berwarna-warni. Lampu tersebut digantung di rumah, jalanan, serta pasar sebagai simbol kegembiraan menyambut Ramadan.

Anak-anak biasanya membawa fanous kecil sambil berjalan bersama teman-temannya di lingkungan tempat tinggal. Suasana menjelang berbuka menjadi lebih meriah dengan nyanyian dan cahaya lampu yang berkilau.

Sementara itu di Uni Emirat Arab, anak-anak memiliki tradisi unik bernama Hag Al Laila. Mereka berkeliling rumah warga sambil bernyanyi untuk mendapatkan permen dan berbagai makanan ringan. Tradisi tersebut biasanya dilakukan pada pertengahan Ramadan dan menjadi momen yang ditunggu anak-anak. Kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga di lingkungan sekitar.

Di Maroko, masyarakat sering menghabiskan waktu ngabuburit dengan mendengarkan suara meriam Ramadan. Dentuman meriam tersebut menjadi tanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba. Tradisi meriam Ramadan telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu di berbagai negara Timur Tengah. Awalnya meriam digunakan sebagai penanda waktu sebelum teknologi penunjuk waktu berkembang.

Berbagai tradisi unik ini menunjukkan keberagaman cara masyarakat dunia menunggu waktu berbuka puasa. Meski terlihat berbeda dan terkadang aneh, semua tradisi tersebut tetap sarat nilai kebersamaan. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....