Ini Sejarah Masjid Tertua di Eropa

  • 02 Mar 2026 09:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi : Sejarah Islam di Eropa tidak hanya dimulai pada abad modern, akan tetapi telah berakar sejak masa kekhalifahan hingga Kesultanan Utsmaniyah. Ada beberapa masjid dengan nilai sejarah yang tinggi yaitu, Masjid Juma Derbent (Rusia 734 M), Masjid Agung Cordoba (Spanyol784 M ), Masjid Al Aga ( Kosova 1289 M ), Masjid Banya Bashi ( Bulgaria 1566 M ), Grande Mosquee de Paris (Prancis 1922 M ).

Kehidupan muslim di Eropa adalah potret dinamis tentang bagaimana tradisi kuno bertemu dengan modernitas Barat. Menjadi minoritas terbesar di Bebua tersebut, sedangkan komunitas terbesar di benua tersebut, adalah komunitas Muslim yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari struktur sosial, ekonomi dan politik Eropa.

Muslim di Eropa bukanlah kelompok tunggal (monolitik). Mereka berasal dari berbagai latar belakang etnis. Diantara keberagaman komunitas muslim adalah, Imigran Historis atau komunitas Turki di Jerman, Muslim pribumi yaitu komunitas di wilayah Balkan seperti Bosnia Herzegowina, Albania, dan juga Mualaf yaitu pertumbuhan komunitas lokal yang memeluk Islam, yang menambah warna baru dalam diskusi intelektual Islam di Eropa.

Munculnya konsep Islam di Eropa, dimana generasi muda Muslim berusaha menyelaraskan nilai nilai agama dengan nilai demokrasi, sekularisme dan gaya hidup Eropa. Masjid di Eropa tidak hanya berfungsi sebagai tempat sholat, tetapi juga sebagai pusat komunitas. Masjid menyediakan kursus bahasa, bantuan hukum bagi imigran hingga bazar makanan. Bagi wisatawan, mengunjungi komunitas muslim di Eropa memeberikan persfektif yang unik.

Kehidupan muslim di Eropa tidak terlepas dari tekanan eksternal dan internal. Meningkatnya sentimen negatif dan aksi intoleransi menjadi tantangan nyata bagi keamanan dan kenyamanan beribadah. Secara historis, peradaban Islam di Spanyol dan Sisilia, memberikan kontribusi besar bagi kebangkitan intelektual Eropa (Renaissance) mealalui transfer ilmu kedokteran, astronomi, matematika dan filsafat. (EL/YPA)

Sumber berita : sindonews.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....