Budaya Ramadhan Turki Padukan Tradisi Ottoman dan Modernitas
- 19 Feb 2026 08:31 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Budaya Ramadhan di Turki menawrkan perpaduan yang memukau antara tradisi kekaisaran Ottoman yang megah dan semangat modernitas yang hangat. Sebagai negara yang menjebatani Asia dan Eropa, Turki memiliki tersendiri dalam menyambut bulan suci ini. Masyrakat setempat menjaga warisan leluhur dengan sangat baik sehingga suasana kota berubah menjadi sangat spiritual namun tetap meriah.
Salah satu elemen paling Ikonik dalam budaya Ramadhan di Turky adalah kehadiran penabuhan drum sahur atau Ramazan Davulcusu. Tradisi ini sudah ada sejak zaman kesultanan Ottoman jauh sebelum adanya jam alarm modern. Mereka berkeliling lingkungan pemukiman sambil menabuh drum besar untuk membangunkan warga.
Di Turki, semangat berbagi adalah inti dari budaya ramadhan di Turki.Bahkan pemerintah kota biasanya menyelenggarakan Iftar Cadiri atau tenda buka puasa gratis untuk umum. Selain itu ribuan orang sering berkumpul di taman taman kota. Mereka bahkan menggelar tikar untuk berbuka bersama saat azan berkumandang. Pemandangan ini menyuguhkan atmosfir persaudaraan yang kuat.
Jika kita melihat ke arah masjid besar di Turki, maka akan terlihat pesan pesan bercahaya yang di gantung diantara dua menara seperti lampu hias yang disebut juga sebagai Mahya. Pesan yang ditampilkanbiasnya berupa kalimat religius. Tradisi ini juga memberikan visualisasi estetis yang luar biasa pada cakrawala kota saat malam hari.
Secara keseluruhan, budaya ramadhan di Turki adalah perayaan yang menggabungkan rasa syukur, sejarah dan kebersamaan. Mulai dari suara drum sahur yang memecah kesunyian malam hingga cahaya mahya yang menerangi langit yang membawa kedamaian bagi siapa saja yang ikut merasakan.
Sumber berita; atapraya.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....