Tradisi Ramah Anak di Masjid Turki Selama Ramadhan

  • 20 Feb 2026 10:13 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Masjid-masjid di Turki memiliki tradisi unik dalam menanamkan kecintaan ibadah kepada generasi muda sejak dini. Para imam masjid di sana sering mengajak anak-anak bermain setelah melaksanakan shalat tarawih berjamaah.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana ibadah yang menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan rumah ibadah. Pendekatan tersebut merupakan upaya nyata untuk menghidupkan masjid agar tidak sepi dari keceriaan suara anak kecil.

“Suara anak-anak dianggap sebagai bagian dari kemakmuran rumah Allah,” tulis laporan yang dikutip dari Sindonews. Tradisi ini menjadi viral karena dinilai membuat suasana Ramadhan menjadi lebih sejuk dan ramah bagi keluarga.

Selain diajak bermain, pengurus masjid juga kerap membagikan berbagai jenis makanan ringan usai pelaksanaan ibadah. Anak-anak biasanya akan mendapatkan cokelat, es krim, hingga cemilan lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran mereka.

Beberapa masjid bahkan telah menyediakan sudut tempat bermain khusus yang aman bagi anak-anak di dalam kompleks bangunan. Fasilitas ini dirancang agar anak-anak merasa nyaman dan selalu rindu untuk kembali ke masjid.

Tradisi pasca tarawih di Turki secara keseluruhan merupakan perpaduan antara aspek ibadah dan interaksi sosial yang hangat. Masyarakat tidak hanya berfokus pada sisi spiritual, tetapi juga pada penguatan ikatan kekeluargaan antarwarga.

Selain aktivitas ramah anak, ciri khas Ramadhan di Turki lainnya adalah kehadiran "Mahya" atau lampu yang membentang di antara menara. Cahaya lampu ini seringkali membentuk kalimat-kalimat suci yang mempercantik cakrawala kota di malam hari.

Usai melaksanakan tarawih, masyarakat setempat biasanya berkumpul di sekitar taman kota atau area luar masjid. Mereka menikmati waktu santai dengan meminum teh khas Turki sambil mencicipi hidangan ringan tradisional Ramadhan.

Secara umum, pelaksanaan shalat tarawih di Turki dirasakan sangat khusyuk namun tetap memiliki sisi kehangatan sosial yang kuat. Mayoritas masjid di sana melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat sesuai dengan tradisi mazhab Hanafi.

Harmonisasi antara budaya dan spiritualitas ini menjadikan suasana Ramadhan di Turki memiliki daya tarik tersendiri. Tradisi ini berhasil menjaga warisan leluhur sekaligus mengadaptasinya dengan kebutuhan generasi masa kini.

Pemandangan anak-anak yang berlarian dengan ceria di pelataran masjid memberikan harapan akan keberlanjutan tradisi Islam di masa depan. Spiritualitas yang inklusif ini menjadi inspirasi bagi banyak Muslim di berbagai belahan dunia lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....