Tradisi Umat Muslim di Tengah Negeri Tirai Bambu

  • 03 Mar 2026 13:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bulan suci ramadhan tidak hanya di rasakan umat Muslim di Indonesia ,tetapi juga oleh jutaan Muslim di China. Meski menjadi kelompok minoritas ,umat islam di negri tersebut tetap Islam di negri tersebut tetap menjalankan ibadah puasa dengan penuh khidmat dan menjaga tradisi yang telah berlangsung ratusan tahun.

Komunitas Muslim di China.

Diperkirakan terdapat lebih dari 20 juta Muslim di China, yang berasal dari bebagai etnis seperti Hui dan Uyghur. Komunitas Muslim terbesar di beberapa wilayah,di antaranya Provinsi Xinjiang,Ningxia,Gansu,serta kota kota besar seperti Bejing dan Shanghai.

Di wilayah Barat laut seperti Xinjiang,suasana Ramadhan terasa lebih kental karena mayoritas penduduknya Muslim.

Suasana Masjid di Saat Ramadhan.

Mesjid Mesjid di china menjadi pusat kegitan ibadah selama Ramadhan . Salah satu mesjid tertua dan terkenal adalah Masjid Niujie di bejjing yang telah berdiri sejak abad ke 10. Saat Ramadhan, masjid ini ramai oleh jemaah yang melaksanakan salat taraweh dan berbuka bersama.

Tradisi berbuka puasa biasanya di awali dengan kurma dan teh hangat,dilanjutkan dengan hidaangan khas seperti lamian (mi tarik),sup danging sapi,serta rotikukus khas komunitas Hui.

Sebagai minoritas,umat Muslim di China menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan ibadah Ramadhan,tertama terkait kebijakan dan kondisi sosial di beberapa wilayah tertentu.Namun demikian, semangat menjalankan semangat menjalan ibadah tetap terjaga dalam lingkungan keluarga dan komunitas.

Islam hadir di China sejak abad ke 7 melalui jalur perdagangan Jalur Sutra.

Ramadhan di China menjadi gambaran bagaimana Islam tumbuh dan bertahan dalam keberagaman budaya,serta menunjukan bahwa nilai nilai spritual dapat hidup di barbagai belahan dunia. (RN/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....