Sarga.co Sukes Gelar Event Pacu Kuda Berskala Nasional di Payakumbuh

  • 23 Agt 2026 19:48 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Payakumbuh - Promotor pacu kuda profesional Sarga.co sukses menggelar event pacuan kuda di Sumatera Barat, melalui Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup 2026, yang digelar di Galanggang Kayu Kubu, Kota Payakumbuh, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ajang tersebut menjadi kunjungan kedua Sarga.co ke Payakumbuh. Sebanyak 78 kuda dari berbagai daerah turun berlaga dalam kompetisi yang mempertandingkan 15 kelas dengan total hadiah mencapai Rp450 juta.

Peserta datang dari sejumlah daerah, mulai dari Sumatera Barat hingga Jawa Barat dan DKI Jakarta. Mereka bersaing dalam berbagai kategori berdasarkan kelompok umur, tinggi kuda, hingga kelas pacuan tradisional.

Direktur Komersial Sarga.co Diana Airin, mengatakan, penyelenggaraan IHR tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan olahraga berkuda di Indonesia.

“Disamping itu, pacuan kuda ini memiliki tradisi yang sudah ada sejak dahulu. Kami ingin ikut meningkatkan potensi olahraga berkuda Indonesia dan membawanya ke level yang lebih luas,” jelasnya.

Penyelenggaraan pacuan kuda tersebut diharapkan Diana Airin, dapat memberikan dampak terhadap perekonomian dan ekosistem olahraga berkuda di Sumatera Barat.

VP Marketing & Operation Sarga.co, Kevin Jonathan, menyebutkan, pelaksanaan tahun kedua di Payakumbuh mendapat antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.

"Ini adalah kali kedua Sarga.co datang ke Kota Payakumbuh, antusiasme masyarakatnya luar biasa, dukungan pemerintahnya juga luar biasa," sebutnya.

Menurut Kevin Jonathan, peserta tahun ini tidak hanya berasal dari Sumatera Barat, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar provinsi, termasuk Aceh, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Di tahun ini kita membawa tema Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup 2026, dimana tahun ini ada 78 kuda dari sembilan daerah di Sumatera Barat dan di luar Sumatera Barat, dari luar Sumatera Barat ada dari Aceh, DKI Jakarta dan dari Jawa Barat," ulasnya.

Keterlibatan peserta dari berbagai daerah menjadi bagian dari penyelenggaraan pacuan kuda yang kembali ditangani Sarga.co dengan standar teknis pertandingan dan penyajian event yang ditujukan untuk gelaran berskala nasional.

Ketua Pordasi Sumatera Barat, Deri Asta, menyebutkan, pacuan kuda memiliki sejarah panjang di Sumatera Barat dan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat di sejumlah daerah.

"Kalau bicara Sumatera Barat kita tahu ya, pacuan kuda di Sumatera Barat itu sudah ada sebelum negara ini ada. Jadi kita di Sumatera Barat punya delapan lapangan pacu," tuturnya.

Menurut Deri Asta, pacuan kuda di Sumatera Barat tidak hanya berkaitan dengan pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi Alek Nagari yang mempertemukan masyarakat dan komunitas dalam sebuah kegiatan bersama.

"Kalau bicara pacuan kuda, ini merupakan tradisi yang sudah turun-temurunan dari masyarakat kita. Kalau bahasa Minangnya, Alek Nagari. Jadi, pesta masyarakat. Jadi, bukan hanya sekadar pacu kuda, tetapi berkumpulnya seluruh komunitas masyarakat pada hari tersebut," terangnya.

Deri Asta menambahkan, kolaborasi dengan Sarga.co memberikan unsur teknologi dan metode penyajian baru dalam pelaksanaan pacuan kuda tanpa menghilangkan tradisi yang telah berkembang di Sumatera Barat.

"Kita kolaborasi dengan Sarga.co yang punya teknologi bagus, metode tayang bagus, dan pelaksanaan juga secara tertib," ucapnya.

Deri Asta menjelaskan, perpaduan antara tradisi pacuan kuda dan penyelenggaraan berbasis teknologi membuka peluang bagi olahraga tersebut untuk menjangkau penonton yang lebih luas.

"Artinya, ini kombinasi yang luar biasa. Tradisi berjalan dengan baik, dan dipadu dengan tayangan yang bisa ditonton juga dengan baik. Saya rasa ini merupakan langkah yang sangat maju. Kalau bicara potensinya sudah naik kelas," sampainya.

Deri Asta berharap, penyelenggaraan event pacuan kuda secara berkelanjutan dapat kembali meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga dan tradisi pacuan kuda di Sumatera Barat.

"Kita berharap, dengan kita mengadakan event-event ini dengan baik, minat orang untuk menonton kuda, minat untuk pesta rakyat ini kembali berkembang, bukan hanya dari kalangan-kalangan pemilik kuda, tetapi generasi-generasi muda," ungkapnya. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....