Sebanyak 80 Ekor Kuda Turun Gelanggang di Ajang Bukittinggi-Agam Wisata Derby

  • 26 Apr 2026 20:43 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam menggelar ajang Pacu Kuda bertajuk Wisata Derby 2026 di Gelanggang Bukit Ambacang, Minggu, 26 April 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 80 ekor kuda yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat serta provinsi tetangga.

Ajang pacuan ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga momentum memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya dan tradisi lokal.

Kehadiran peserta dari luar daerah turut memberi warna tersendiri, sekaligus memperluas jangkauan event ini sebagai agenda regional yang potensial menarik kunjungan wisatawan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pacuan kuda sebagai agenda rutin tahunan.

Wali Kota menyebutkan, penjadwalan kegiatan akan disusun secara strategis agar tidak berbenturan dengan kalender pacuan yang telah ada di daerah lain.

“Kita akan menetapkan pacuan kuda di Bukit Ambacang ini tetap dua kali setahun, April dan Desember, tanpa mengganggu kalender yang sudah ada,” katanya.

Penetapan dua kali pelaksanaan dalam setahun tersebut ulas Ramlan Nurmatias, dinilai penting untuk menjaga kontinuitas event sekaligus memberikan kepastian bagi pemilik dan pelatih kuda dalam mempersiapkan diri. Selain itu, pola ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi dari waktu ke waktu.

Lebih lanjut, Ramlan Nurmatias menyampaikan adanya penyesuaian jadwal untuk konsep Wisata Derby yang selama ini menjadi daya tarik utama. Perubahan waktu pelaksanaan disebut tidak akan mengubah esensi kegiatan, melainkan hanya penyesuaian strategi pelaksanaan.

“Wisata Derby kita geser ke bulan Desember, sementara konsepnya tetap sama, hanya penamaan yang disesuaikan,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan daya saing dan kualitas pacuan sambung Wako, pemerintah daerah juga berencana mengusulkan format kompetisi berjenjang yang lebih terstruktur melalui organisasi resmi olahraga berkuda di tingkat provinsi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sistem kompetisi yang lebih kompetitif dan berstandar.

“Kami juga akan mengusulkan Triple Crown Pordasi Sumatera Barat dengan tiga seri jarak 1.400, 1.500, hingga 1.600 meter,” sebutnya.

Rangkaian Triple Crown tersebut dirancang untuk menguji kemampuan kuda dalam berbagai kategori jarak, sehingga menghasilkan kompetisi yang lebih variatif dan menantang. Sistem ini juga membuka peluang munculnya kuda-kuda unggulan dengan performa konsisten di berbagai lintasan.

Ramlan Nurmatias juga menyoroti pentingnya penjadwalan yang mempertimbangkan kondisi dan mobilitas kuda pacu. Menurutnya, faktor distribusi kuda dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa, menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan yang ideal.

“Penjadwalan ini mempertimbangkan kondisi kuda, karena pada April banyak yang masih di Jawa, sedangkan Desember biasanya sudah kembali,” ujarnya.

Untuk mendorong partisipasi lebih luas dari pemilik dan peternak kuda, pemerintah daerah memberikan sejumlah kemudahan, termasuk keringanan biaya pendaftaran dalam beberapa kategori lomba.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta sekaligus mendukung pertumbuhan peternakan kuda pacu.

Selain itu, dukungan anggaran dari pemerintah daerah juga disebut akan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan event pacuan kuda sebagai bagian dari pengembangan olahraga dan pariwisata daerah.

Kegiatan Pacu Kuda Wisata Derby 2026 ini secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal. Prosesi pembukaan juga ditandai dengan penyerahan bendera gelanggang dari niniak mamak kepada pihak pelaksana sebagai simbol dimulainya pertandingan. (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....