Diaspora Minang Serukan Revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan Lewat Webinar
- 24 Agt 2026 01:02 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Jakarta — Webinar Internasional BP2DIM (Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau) ke-IV mendapat perhatian luas dari masyarakat Minangkabau, termasuk para diaspora yang berada di berbagai negara.

Kegiatan internasional tersebut diikuti oleh tokoh dan masyarakat Minangkabau dari berbagai daerah serta diaspora Minang yang berada di Australia, Belanda, Italia, dan sejumlah negara lainnya. Kehadiran diaspora Minang dari berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa perhatian terhadap masa depan adat, budaya, dan jati diri Minangkabau tetap kuat, meskipun berada jauh dari ranah.


Dalam webinar tersebut mengemuka seruan agar seluruh lapisan masyarakat Minangkabau kembali menghidupkan, memperkuat, dan merevitalisasi Tungku Tigo Sajarangan sebagai salah satu landasan penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Tungku Tigo Sajarangan yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai dipandang sebagai tiga unsur yang secara bersama-sama memiliki peran penting dalam membimbing, menjaga, dan mengarahkan kehidupan masyarakat. Ketiganya diharapkan kembali menjalankan fungsi masing-masing secara seimbang dan saling menopang.
Para peserta webinar menilai bahwa perkembangan zaman dan arus globalisasi membawa tantangan besar terhadap generasi muda Minangkabau. Karena itu, nilai-nilai adat dan budaya tidak cukup hanya dikenang atau dibicarakan, tetapi perlu dihidupkan kembali dalam kehidupan keluarga, nagari, pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga tata kelola pemerintahan.
Revitalisasi Tungku Tigo Sajarangan juga dinilai penting untuk memperkuat hubungan antara adat, agama, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial masyarakat. Prinsip adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) diharapkan tetap menjadi pedoman dalam menghadapi perubahan zaman.
Kehadiran diaspora Minangkabau dari Australia, Belanda, Italia dan berbagai negara lainnya menjadi pesan penting bahwa urang Minang di rantau maupun di ranah memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga identitas dan nilai-nilai Minangkabau.
Webinar Internasional BP2DIM ke-IV juga mendorong agar generasi muda Minangkabau tidak tercerabut dari akar budaya. Mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang modern, berpendidikan dan terbuka terhadap perkembangan global, namun tetap memiliki pegangan adat, agama dan nilai-nilai luhur Minangkabau.
“Tungku Tigo Sajarangan jangan hanya menjadi simbol sejarah dan budaya. Ia harus kembali dihidupkan sebagai kekuatan sosial dan moral masyarakat Minangkabau,” menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka dalam forum tersebut.
Melalui webinar ini, BP2DIM berharap terbangun kesadaran bersama di kalangan Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, generasi muda, perantau, diaspora serta seluruh masyarakat Minangkabau untuk bersama-sama melakukan revitalisasi peran dan fungsi Tungku Tigo Sajarangan.
Dengan demikian, nilai-nilai luhur Minangkabau tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi dapat menjadi fondasi dalam membangun masa depan Minangkabau yang beradat, beragama, berilmu, bermartabat dan mampu menghadapi tantangan global.
Dalam sesi acara juga banyak pembicara dan penanya yang meminta agar revitalisasi tts tersebut terlaksana harus segera diwujudkan Provinsi DIM (DAERAH ISTIMEWA MINANGKABAU)," Ujar Ketua Panitia Anton Pratama,SE
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....