Camat IV Koto: Kunjungan Menpar Widiyanti Kembali Promosikan Koto Gadang

  • 23 Agt 2026 15:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Koto Gadang - Pemerintah Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, menyambut hangat kedatangan kembali Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, ke Nagari Koto Gadang.

Kunjungan kali ini berlangsung secara personal dalam rangka kunjungan keluarga. Menteri Pariwisata hadir bersama kedua putrinya, Katyana Wardhana dan Katrina Wardhana. Kedatangan tersebut menjadi kunjungan kedua ke Koto Gadang setelah kunjungan resmi pertama pada April 2026.

Camat IV Koto menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian Menteri Pariwisata terhadap Koto Gadang. Menurutnya, meskipun kunjungan kali ini bersifat pribadi, dampaknya bagi promosi pariwisata dan perekonomian masyarakat tetap sangat berarti.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih karena Ibu Menteri Pariwisata kembali datang ke Koto Gadang, kali ini bersama kedua putrinya. Kunjungan ini memperlihatkan bahwa Koto Gadang bukan hanya menarik untuk dikunjungi dalam agenda resmi, tetapi juga memiliki daya tarik personal sebagai destinasi budaya dan wisata keluarga,” ujar Camat IV Koto.

Kehadiran Menteri Pariwisata bersama kedua putrinya juga mendapat perhatian karena salah seorang putrinya, Katrina Wardhana, sedang menempuh pendidikan arsitektur di Harvard University. Ketertarikan terhadap arsitektur dan kekayaan bentuk rumah gadang menjadikan kunjungan tersebut semakin relevan dengan upaya memperkenalkan teknologi serta nilai arsitektur Minangkabau kepada generasi muda dan masyarakat global.

Katyana Wardhana dan Katrina Wardhana dikenal memiliki latar pendidikan internasional. Katrina menempuh pendidikan arsitektur di Brown University dan melanjutkan program Master of Architecture di Harvard University, sedangkan Katyana memiliki latar pendidikan ekonomi, hubungan internasional, administrasi publik, dan bisnis.

Dampak Ekonomi Mulai Dirasakan

Camat IV Koto menjelaskan, dampak kunjungan pertama Menteri Pariwisata pada April 2026 sudah mulai dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengrajin di Koto Gadang.

Setelah kunjungan tersebut, perhatian masyarakat terhadap Koto Gadang meningkat. Permintaan terhadap produk kerajinan lokal, terutama sulaman dan tenunan khas Koto Gadang, mengalami peningkatan.

“Dampaknya mulai dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Pesanan produk tenunan dan sulaman Koto Gadang meningkat. Bahkan, saat ini sejumlah pengrajin sudah melayani pesanan dengan sistem pre-order karena permintaan yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Produk seperti sulaman kapalo samek, selendang, dan berbagai kerajinan tekstil khas Koto Gadang semakin banyak diminati. Kondisi ini memberikan peluang ekonomi yang lebih besar bagi pengrajin, kelompok perempuan, pelaku usaha rumahan, serta pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai produksi dan pemasaran produk budaya.

Menurut Camat IV Koto, peningkatan permintaan tersebut menunjukkan bahwa promosi pariwisata yang terhubung dengan produk budaya dapat memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

Kunjungan wisatawan ke Koto Gadang juga menunjukkan perkembangan positif. Wisatawan lokal semakin sering berkunjung, sementara wisatawan mancanegara mulai terlihat menikmati suasana nagari, arsitektur rumah gadang, kerajinan, kuliner, serta kehidupan sosial masyarakat setempat.

Koto Gadang sebagai Destinasi Budaya

Koto Gadang memiliki kekayaan budaya yang kuat, mulai dari arsitektur tradisional, sulaman, tenunan, sejarah, kuliner, hingga tradisi intelektual masyarakatnya.

Keunggulan tersebut menjadikan Koto Gadang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran budaya. Wisatawan dapat melihat secara langsung bagaimana warisan budaya tetap hidup melalui rumah gadang, kerajinan, kegiatan masyarakat, dan produk ekonomi kreatif.

Kunjungan Menteri Pariwisata bersama kedua putrinya kembali memperkuat citra Koto Gadang sebagai destinasi budaya yang memiliki daya tarik lintas generasi dan lintas negara.

“Koto Gadang memiliki kekuatan pada budaya yang hidup. Rumah gadang, kerajinan, tenunan, sulaman, kuliner, dan sejarah masyarakatnya merupakan satu kesatuan pengalaman wisata. Inilah yang perlu terus kita rawat dan kembangkan,” ujar Camat IV Koto.

Sebelumnya, kunjungan resmi Menteri Pariwisata pada April 2026 ke Desa Wisata Budaya Koto Gadang juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Agam. Dalam kunjungan tersebut, kekayaan budaya dan kearifan lokal Koto Gadang menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan pariwisata daerah.

Promosi Harus Diikuti Regenerasi

Camat IV Koto menegaskan bahwa meningkatnya perhatian terhadap Koto Gadang harus diikuti dengan penguatan regenerasi pelaku budaya.

Promosi destinasi dan peningkatan permintaan produk budaya memang penting. Namun, keberlanjutan budaya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat untuk menyiapkan generasi penerus.

Sebagian pengrajin tenunan dan sulaman saat ini sudah berada pada usia lanjut. Karena itu, perlu dilakukan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja agar keterampilan tersebut tidak terputus.

“Promosi memang penting, tetapi regenerasi adalah kunci. Kita perlu mendorong anak-anak dan remaja untuk belajar menenun, menyulam, memahami arsitektur tradisional, serta mengenal sejarah dan filosofi budaya Koto Gadang,” katanya.

Pemerintah Kecamatan IV Koto bersama Pemerintah Nagari, kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat akan terus mendorong penguatan edukasi budaya dan keterampilan bagi generasi muda.

Program regenerasi tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan di sekolah, sanggar budaya, kelompok pengrajin, rumah kreatif, serta kegiatan wisata edukasi.

Menjadi Duta Budaya Koto Gadang

Camat IV Koto menilai, perhatian Menteri Pariwisata terhadap Koto Gadang telah memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap citra nagari.

Menurutnya, kunjungan seorang pejabat negara sekaligus tokoh publik dapat membuka perhatian masyarakat luas terhadap potensi budaya dan pariwisata Koto Gadang.

“Tidak berlebihan jika kami menyebut Ibu Menteri sebagai salah satu duta budaya Koto Gadang. Kunjungan pertama membawa perhatian nasional. Kunjungan kedua, bersama kedua putri beliau, semakin memperkuat citra Koto Gadang sebagai destinasi budaya yang layak dikunjungi,” ujarnya.

Penyebutan tersebut, menurut Camat IV Koto, bukan dalam pengertian formal, melainkan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan terhadap promosi budaya lokal.

Koto Gadang sebelumnya juga meraih penghargaan sebagai salah satu desa wisata budaya terbaik tingkat nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Award 2025, sebuah capaian yang semakin memperkuat posisi nagari tersebut sebagai destinasi budaya unggulan.

Mendorong Pariwisata yang Memberi Manfaat

Pemerintah Kecamatan IV Koto berharap kunjungan Menteri Pariwisata dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, pengrajin, kelompok sadar wisata, lembaga pendidikan, dan komunitas budaya.

Pengembangan pariwisata Koto Gadang diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat.

Manfaat tersebut mencakup peningkatan pendapatan pengrajin, penguatan usaha kuliner, pengembangan homestay, penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda, serta perluasan pemasaran produk tenunan dan sulaman ke tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin pariwisata Koto Gadang tumbuh dengan tetap menjaga jati diri. Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat pemandangan, tetapi juga untuk mengenal budaya, membeli produk masyarakat, belajar sejarah, dan membawa pulang pengalaman yang berkesan,” tutur Camat IV Koto.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyambut wisatawan dengan keramahan, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan produk lokal memiliki mutu serta kemasan yang baik.

Ucapan Terima Kasih

Atas nama Pemerintah Kecamatan IV Koto dan masyarakat Koto Gadang, Camat IV Koto menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang telah kembali berkunjung ke Koto Gadang bersama kedua putrinya.

“Selamat datang kembali di Koto Gadang, Ibu Menteri. Terima kasih telah ikut memperkenalkan Koto Gadang kepada Indonesia dan dunia. Mungkin kunjungan ini bersifat personal, tetapi perhatian dan inspirasi yang ditinggalkan akan dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pengrajin dan pelaku UMKM,” katanya.

Menurutnya, dua kali kedatangan Menteri Pariwisata bukan sekadar kunjungan, tetapi juga bentuk perhatian terhadap keberlanjutan budaya dan ekonomi masyarakat Koto Gadang.

“Dua kali datang bukan sekadar berkunjung. Dua kali datang adalah dua kali menanam perhatian untuk Koto Gadang,” tutup Camat IV Koto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....