Menteri Pariwisata dan Putri Kagumi Pesona Jam Gadang, Warisan Ikonik Bukittinggi

  • 22 Agt 2026 15:25 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Kunjungan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana ke Kota Bukittinggi, Sabtu (22/8/2026) pagi, terasa semakin istimewa ketika ia bersama kedua putrinya, Katyana Wardhana, BA, MPA, MBA dan Katrina Wardhana, menyempatkan diri menyambangi kawasan puncak Jam Gadang.

Di tengah agenda kunjungannya, keluarga Menteri Pariwisata itu menikmati langsung salah satu ikon wisata sekaligus simbol sejarah Kota Bukittinggi yang kini telah berusia satu abad.

Katrina Wardhana, putri bungsu Widiyanti Putri Wardhana yang merupakan jebolan Arsitektur Brown University, tampak mengagumi kemegahan desain dan kekokohan konstruksi Jam Gadang. Ia bahkan berkesempatan naik hingga ke bagian puncak menara jam yang menjadi landmark kebanggaan masyarakat Bukittinggi tersebut.

Menurut Katrina, Jam Gadang bukan sekadar bangunan bersejarah atau destinasi wisata, tetapi juga karya arsitektur yang memiliki nilai dan karakter kuat. Karena itu, keberadaan bangunan bersejarah tersebut perlu terus dirawat agar keasliannya tetap terjaga.

"Jam Gadang bagus sekali. Menurut saya yang penting bagaimana kita menjaga keoriginalannya, termasuk catnya supaya tetap natural dan karakter aslinya terjaga," ujar Katrina.

Ia menilai, kondisi Jam Gadang saat ini sudah jauh lebih baik. Namun, perawatan secara berkelanjutan tetap diperlukan agar ikon Bukittinggi itu dapat terus dinikmati generasi mendatang.

Pesan sederhana tersebut menyiratkan makna yang lebih dalam. Merawat Jam Gadang berarti bukan hanya mempertahankan sebuah bangunan tua, tetapi juga menjaga bagian dari perjalanan sejarah, identitas budaya dan kebanggaan bangsa.

Bagi Bukittinggi, Jam Gadang telah menjadi lebih dari sekadar penunjuk waktu. Menara yang berdiri kokoh di jantung kota itu menjadi saksi perjalanan zaman sekaligus simbol semangat masyarakat Sumatera Barat dalam menjaga warisan leluhur.

Kekaguman Katrina sebagai seorang lulusan arsitektur juga memberikan pesan bahwa warisan arsitektur Indonesia memiliki nilai yang layak diapresiasi hingga tingkat dunia. Keaslian, karakter dan sejarah sebuah bangunan menjadi bagian penting yang harus diwariskan.

Satu abad Jam Gadang menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa kemajuan pariwisata tidak harus menghilangkan jejak masa lalu. Justru, dengan merawat warisan sejarah, generasi hari ini ikut menjaga identitas Indonesia untuk tetap dikenal dan dibanggakan oleh generasi berikutnya.

Kunjungan Menteri Pariwisata bersama kedua putrinya itu pun menjadi gambaran kecil bagaimana sebuah bangunan dapat menyatukan sejarah, arsitektur, pariwisata dan rasa cinta terhadap tanah air dalam satu ruang yang sama: Jam Gadang, ikon Bukittinggi yang terus berdetak bersama perjalanan Indonesia. (JM/RRi BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....