Momen 100 Tahun Jam Gadang, Usulan Daerah Istimewa Kembali Digaungkan

  • 22 Jun 2026 02:25 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Peringatan 100 Tahun Jam Gadang dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda melalui pendekatan sejarah, budaya, pendidikan, dan kerja sama antarmasyarakat.

Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Internasional bertajuk “Bridging Friendship: Strengthening Indonesia–Netherlands Diplomatic Ties via Bukittinggi–Amsterdam” yang digelar di Pelataran Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sabtu 20 Juni 2026 malam.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menilai peringatan satu abad Jam Gadang tidak hanya penting untuk memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki dampak strategis bagi pengembangan ekonomi, pariwisata, dan diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

Menurut Fadli Zon, Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai fase penting perjalanan bangsa.

“Bukittinggi memiliki posisi strategis dalam sejarah nasional, termasuk sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), sehingga identitasnya sebagai Kota Perjuangan perlu terus diperkuat melalui berbagai program pembangunan dan promosi daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan diplomasi tidak hanya menjadi ranah pemerintah pusat, tetapi juga dapat diperkuat melalui diplomasi daerah, kerja sama antarkota, perguruan tinggi, komunitas budaya, dan masyarakat.

“Bukittinggi dan Amsterdam memiliki nilai sejarah yang dapat menjadi jembatan persahabatan kedua bangsa. Kami melihat peluang besar untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, pengelolaan arsip sejarah, hingga pembangunan berkelanjutan,” ujar Vasko.

Ia menambahkan, Sumbar memiliki berbagai potensi strategis yang terbuka untuk kerja sama internasional, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pengalaman Belanda dalam pengelolaan air, teknologi pertanian, ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan dapat menjadi referensi penting bagi percepatan pembangunan daerah.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan seminar internasional tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus sarana memperkenalkan peran Bukittinggi dalam sejarah Indonesia kepada dunia internasional.

“Sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi modal untuk membangun kerja sama dan persahabatan yang lebih luas. Melalui momentum ini, Bukittinggi ingin memperkuat posisinya sebagai kota bersejarah yang terbuka terhadap kolaborasi global,” kata Ramlan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bukittinggi menawarkan sejumlah agenda kerja sama yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional, antara lain pengembangan arsip digital sejarah Indonesia-Belanda, penguatan jejaring penelitian, program pertukaran pelajar dan akademisi, museum digital berbasis teknologi, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, hingga wisata sejarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....