Ekraf Peduli SIAP, Dorong Ekonomi Kreatif Bukittinggi Bangkit Pasca Bencana

  • 12 Agt 2026 08:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Semangat pemulihan ekonomi pascabencana terus digelorakan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

Direktorat Jasa Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar EKRAF PEDULI: SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, Penguatan) dengan mengusung tema “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya”, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat pelaku ekonomi kreatif, khususnya pegiat jasa TIK di wilayah terdampak bencana, sekaligus mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi pascabencana di Sumatera Barat.

Menariknya, kegiatan Ekraf Peduli SIAP ini menjadi salah satu langkah awal dan disebut sebagai kegiatan pertama yang dilaksanakan di daerah bencana, dengan fokus tidak hanya pada pemulihan, tetapi juga bagaimana sektor ekonomi kreatif mampu tumbuh lebih kuat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan dibuka Direktur Aplikasi sekaligus Plt. Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Tri Wahyudi,ST, serta dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi,S.STP.M.Si., mewakili Wali Kota Bukittinggi.

Hadir sebagai narasumber Dr. Kuntjoro Pinardi, M.Si., Ph.D., Wakil Rektor Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Bidang Transformasi sekaligus ahli mikroelektronik dan Original Device Manufacturing (ODM), serta Deddy Rahma,ST yang juga memiliki kompetensi di bidang transformasi, mikroelektronik dan ODM.

Tri Wahyudi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tahap awal membangun sinergi yang lebih kuat untuk mengembangkan ekosistem bisnis sekaligus memperluas pemasyarakatan UMKM di Kota Bukittinggi melalui pemanfaatan teknologi.

Menurutnya, potensi bisnis TIK di Bukittinggi masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Dengan banyaknya subsektor ekonomi kreatif, pelaku usaha didorong agar mampu bertransformasi secara digital dan menghasilkan produk maupun layanan yang memenuhi standar global.

“Ini baru tahap awal. Kita ingin membangun sinergi lebih kuat, mengembangkan bisnis dan memasyarakatkan UMKM di Bukittinggi,” ujarnya.

Ia menilai perkembangan ekonomi digital harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha lokal dalam menciptakan solusi berbasis teknologi. Kehadiran platform lokal juga dinilai penting agar pelaku ekonomi kreatif tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu menjadi pencipta produk dan layanan digital yang memiliki daya saing.

Di tengah berkembangnya ekosistem digital dan kebijakan perpajakan digital, Kementerian Ekonomi Kreatif, kata dia, akan terus memantau serta mendorong perkembangan platform dan aplikasi lokal agar semakin mampu memberikan solusi bagi masyarakat maupun dunia usaha.

Sementara itu, Sekda Kota Bukittinggi Rismal Hadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang memilih Bukittinggi sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah yang terdampak bencana. Dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat juga ikut berpengaruh terhadap daerah sekitar, termasuk aktivitas ekonomi Kota Bukittinggi.

“Kalau kita memulihkan ekonomi Bukittinggi, berarti kita juga ikut memulihkan ekonomi Sumatera Barat,” katanya.

Rismal menilai penguatan ekonomi kreatif dan digital menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Kolaborasi pusat dan daerah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM dan masyarakat.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi Rofie Hendria melihat bahwa di balik kesulitan akibat bencana, selalu terdapat ruang untuk melahirkan inovasi dan peluang baru.

Menurutnya, Bukittinggi pada 2026 tetap berkomitmen melaksanakan berbagai event. Beragam kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga membuka peluang pasar, mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, serta menciptakan ruang kolaborasi.

“Dari kegiatan ini kita tidak hanya berbicara tentang teknologi informasi dan startup sebagai upaya meningkatkan ekonomi, tetapi bagaimana ide dan peluang bisa dihubungkan untuk berkolaborasi menciptakan solusi,” ujarnya.

Ia menegaskan, ekonomi kreatif harus mampu menjembatani kreativitas, teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, perkembangan startup dan bisnis digital tidak berhenti pada penciptaan aplikasi, tetapi mampu membuka lapangan usaha, memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Ekraf Peduli SIAP, pemerintah berharap semangat Pulih Bersama, Bangkit Berdaya benar-benar menjadi gerakan bersama. Pelaku ekonomi kreatif, UMKM, pemerintah, akademisi dan dunia usaha didorong untuk bersinergi menjadikan momentum pascabencana sebagai titik balik menuju ekonomi yang lebih inovatif, adaptif dan berdaya saing.

Bukittinggi pun diharapkan tidak hanya bangkit dari dampak bencana, tetapi mampu melompat lebih jauh melalui kekuatan ekonomi kreatif dan transformasi digital. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....