DARAM Sukses Gelar Kajian Adat Obati Penyakit Masyarakat Minangkabau

  • 02 Agt 2026 23:24 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Dai Rantau Minang (DPP DARAM) sukses menggelar Kajian Adat bertajuk "Pemahaman dan Implementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato–Adat Mamakai dalam Mengobati Penyakit Masyarakat di Minangkabau." Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DPP DARAM dalam memperkuat pemahaman dan implementasi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di tengah masyarakat Minangkabau berlangsung Sabtu, 1 Agustus 2026

Ketua Umum DPP DARAM, Buya Dr. Elfa Hendri Mukhlis, M.A., mengatakan kajian adat tersebut mendapat sambutan yang sangat antusias. Kegiatan dihadiri tokoh-tokoh Minangkabau dari tingkat nasional maupun internasional, serta utusan dari sekitar 80 organisasi kemasyarakatan. Jumlah peserta bahkan melebihi kapasitas tempat yang telah disiapkan panitia, yakni sebanyak 500 kursi.

Buya Elfa menegaskan bahwa nilai-nilai adat yang berlandaskan syariat Islam harus terus dijaga, dipahami, dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, falsafah ABS-SBK merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berakhlak, berbudaya, dan berkeadaban.

"Kajian adat ini menjadi wadah edukasi sekaligus mempererat silaturahmi antara ulama, ninik mamak, cendekiawan, dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai luhur Minangkabau dalam menghadapi berbagai tantangan zaman," ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan adat dan mengimplementasikan falsafah ABS-SBK dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai adat dan syariat tetap menjadi pedoman bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

DPP DARAM juga menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan kajian adat secara berkelanjutan sebagai ruang diskusi yang konstruktif. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara tokoh adat, ulama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian adat Minangkabau sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial atau penyakit masyarakat yang berkembang di Ranah Minang.

Sementara itu, Ketua Panitia, Rusdiyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, tamu undangan, serta pihak-pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kajian adat tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dari panitia, narasumber, maupun penyelenggara. Semoga ke depan kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik," katanya.

Siaran pers ini disampaikan oleh Ketua Informatika (IT) dan Humas DPP DARAM, Anton Pratama, S.E., serta diketahui oleh Ketua Umum DPP DARAM Buya Dr. Elfa Hendri Mukhlis, M.A. dan Sekretaris Jenderal DPP DARAM, Dalmilus Sumagek, S.H., S.Sos., M.A.P.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....