Inyiak Dt. Rajo Endah: Bukittinggi Layak Sandang Predikat Kota Penyelamat Republik

  • 19 Jun 2026 14:39 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Pandangan mengenai posisi strategis Kota Bukittinggi dalam sejarah bangsa kembali mengemuka dalam Seminar Nasional 100 Tahun Jam Gadang. Pemangku adat Kurai Inyiak Rudy Gunawan Syarfi.,SE.M.M.T Dt. Rajo Endah menegaskan bahwa Bukittinggi memiliki peran historis yang sangat menentukan dalam menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948–1949.

Menanggapi paparan para narasumber seminar Inyiak Rudy Gunawan Syarfi.,SE.M.M.T Dt. Rajo Endah mengapresiasi konsep Poros Yogyakarta–Bangka–Bukittinggi yang disampaikan Dr. Sri Margana sebagai sebuah kajian akademis yang memiliki landasan teori kuat.

Namun menurutnya, dari sisi sejarah perjuangan bangsa, peran Bukittinggi jauh lebih strategis dibandingkan daerah-daerah pengasingan para pemimpin nasional.

"Bangka memiliki arti penting sebagai tempat pengasingan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Namun ketika pemerintahan pusat lumpuh akibat Agresi Militer Belanda II, Bukittinggilah yang menjadi pusat pemerintahan efektif melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah kepemimpinan Syafruddin Prawiranegara," ujar Dt. Rajo Endah.

Ia mengatakan, pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono, yang pernah menyebut Bukittinggi sebagai "penyelamat Republik Indonesia" pada masa darurat.

Hal itu juga diperkuat oleh pemaparan Prof. Phil Gusti Asnan,P.hD dalam seminar yang menegaskan bahwa keberadaan PDRI menjadi simbol tetap tegaknya Republik Indonesia ketika ibu kota negara dan para pemimpin nasional berada dalam tahanan Belanda.

Menurutnya, keistimewaan Bukittinggi tidak hanya lahir dari peran politik dan militer dalam mempertahankan kemerdekaan. Kota ini juga memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan, pusat pergerakan nasional, sekaligus pusat ekonomi kerakyatan.

Ia mencontohkan berdirinya Bank Nasional pada tahun 1930 yang diprakarsai saudagar pribumi sebagai tonggak kebangkitan ekonomi bangsa.

Selain itu, sejak masa lampau Bukittinggi telah berkembang menjadi kota kosmopolitan yang dihuni dan menjadi tempat berinteraksi berbagai etnis, seperti Minangkabau, Tionghoa, India, Arab hingga Eropa dalam suasana keterbukaan dan toleransi.

Sebagai pemangku adat Kurai, Dt. Rajo Endah juga menekankan pentingnya menempatkan sejarah masyarakat adat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Kota Bukittinggi.

Menurutnya, Nagari Kurai sebagai penduduk asli kawasan tersebut memiliki kontribusi besar dalam pembangunan kota.

Para Pangulu Pucuak dan Datuak Pucuak nan 26 disebut telah menyerahkan tanah ulayat untuk pembangunan kawasan kota, termasuk area Jam Gadang, pasar, pusat pemerintahan hingga kawasan militer.

"Sejarah juga mencatat peleburan wilayah Nagari Kurai ke dalam Kota Bukittinggi pada tahun 1947 dilakukan melalui musyawarah para pemuka adat dan masyarakat Kurai. Ini menunjukkan pembangunan Bukittinggi berdiri di atas semangat mufakat dan pengorbanan masyarakat adat," katanya.

Berdasarkan seluruh rangkaian fakta sejarah tersebut, Inyiak Rudy Gunawan Syarfi.,SE.M.M.T Dt. Rajo Endah menilai Bukittinggi memiliki argumentasi historis yang sangat kuat untuk menyandang predikat Kota Perjuangan sekaligus layak diperjuangkan memperoleh status sebagai Daerah Istimewa.

"Bukittinggi bukan hanya saksi sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga pelaku utama yang menjaga keberlangsungan Republik ketika negara berada di ambang kehancuran.

Karena itu, Bukittinggi pantas dikenang bukan sekadar sebagai kota bersejarah, melainkan sebagai Kota Penyelamat Republik Indonesia," tegas Dt. Rajo Endah.

Seminar Nasional 100 Tahun Jam Gadang sendiri menjadi ruang akademik untuk mengkaji kembali perjalanan sejarah Bukittinggi dari berbagai perspektif, mulai dari pendidikan, pergerakan nasional, pemerintahan darurat, ekonomi, hingga peran masyarakat adat dalam membentuk identitas kota yang kini menjadi salah satu ikon sejarah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....