Dosen Membaca Zaman Lewat Kecerdasan Buatan dan Web

  • 19 Jun 2026 07:08 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Tantangan dunia pendidikan tinggi di era digital tidak lagi sekadar mendistribusikan ilmu pengetahuan, melainkan bagaimana mengemasnya agar tetap relevan dengan karakteristik generasi langgam baru.

97.98%

Menjawab tantangan tersebut, Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Workshop Digitalisasi Bahan Ajar Berbasis Web dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), Jum'at, 19/6. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar mentransformasi dokumen konvensional menjadi media pembelajaran yang interaktif dan adaptif.

Selama ini, dunia pemrograman kerap dianggap sebagai wilayah eksklusif para praktisi teknologi informasi. Namun, lewat lokakarya ini, sekat tersebut coba diruntuhkan. Para dosen, peneliti, dan praktisi pendidikan diperkenalkan pada komponen dasar pengembangan halaman web, seperti HyperText Markup Language (HTML), Cascading Style Sheets (CSS), dan JavaScript (JS) menggunakan perangkat Visual Studio Code (VS Code).

Pendekatan yang digunakan terbilang inklusif karena tidak menuntut peserta memiliki latar belakang coding yang mendalam. Kehadiran AI, menurut narasumber Prof. Mohamad Anton Athoillah, guru besar UIN Sunan Gunung Djati, dimanfaatkan sebagai asisten digital yang bertugas menghasilkan kode-kode pemrograman berdasarkan instruksi pengguna. Dengan demikian, para pendidik dapat lebih berfokus pada aspek konseptual, kreativitas, dan kedalaman konten pembelajaran, bukan pada kerumitan sintaksis pemrograman.

Direktur Pascasarjana UIN Bukittinggi Prof Dr KH Nunu Burhanuddin menjelaskan, kegiatan ini merupakan komitmen lembaga dalam memperkuat literasi digital di lingkungan kampus. Proses digitalisasi ini diharapkan dapat melahirkan ekosistem akademik yang lebih dinamis dan fleksibel menyongsong era Society 5.0.

"Kami tidak sedang mencetak pemrogram profesional, melainkan membekali para pendidik dengan instrumen masa depan. Ini adalah langkah konkret Pascasarjana UIN Bukittinggi untuk membangun budaya akademik yang adaptif demi memperkuat daya saing di era Society 5.0," ujar Prof. Nunu Burhanuddin.

Melalui digitalisasi bahan ajar, materi perkuliahan kini tidak lagi terbatas pada ruang-ruang kelas dan buku cetak baku, melainkan dapat diakses secara dinamis melalui berbagai gawai. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan keterbacaan serta daya serap mahasiswa terhadap materi ajar di tengah cepatnya arus informasi saat ini.()

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....