Ngarai Sianok Menuju Geopark Dunia, Dukungan Kemenpar RI Menguat

  • 03 Mei 2026 17:04 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kawasan Ngarai Sianok untuk meraih pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam melindungi sekaligus mempromosikan kekayaan geologi, budaya, dan keindahan alam Sumatera Barat ke panggung internasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kawasan Ngarai Sianok memiliki nilai geologi dan lanskap yang sangat potensial untuk diangkat menjadi geopark kelas dunia. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan langsung ke kawasan Panorama Bukittinggi, tepatnya di Panorama Lubang Jepang, Kamis (30/4/2026).

“Geosite Minangkabau di area Ngarai Sianok kami usulkan untuk ditingkatkan. Ketika statusnya naik dari nasional menjadi UNESCO Global Geopark, kawasan ini akan menjadi landmark dunia,” ujar Widiyanti.

Menurutnya, pengakuan sebagai UGGp tidak hanya berdampak pada peningkatan status kawasan, tetapi juga akan memberikan efek domino terhadap sektor pariwisata daerah. Ia mencontohkan keberhasilan Danau Toba yang mampu menarik lonjakan wisatawan mancanegara setelah memperoleh status geopark global.

“Dengan pengakuan ini, potensi kunjungan wisatawan asing akan meningkat signifikan. Ngarai Sianok bisa menjadi magnet baru seperti Danau Toba,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar juga menyempatkan diri menikmati panorama alam dari ketinggian Panorama Baru, dengan latar tebing curam dan aliran sungai yang membelah lembah hijau khas Ngarai Sianok. Kawasan ini secara administratif berada di dua wilayah, yakni Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Selain potensi alam, aspek sejarah juga menjadi daya tarik kuat. Menpar bersama rombongan turut meninjau Lubang Jepang, situs peninggalan masa pendudukan Jepang yang berada di sisi kawasan ngarai. Kehadiran objek wisata sejarah ini dinilai memperkuat nilai integratif geopark yang menggabungkan geologi, budaya, dan sejarah dalam satu kawasan.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam memenuhi berbagai persyaratan administratif dan teknis untuk pengajuan ke UNESCO. Ia menyebut, saat ini proses kajian tengah dilakukan secara intensif bersama tim verifikasi geopark.

“Sudah sepantasnya Ngarai Sianok diakui secara global. Keaslian kawasan ini masih terjaga, baik dari sisi geologi maupun budaya. Kami sedang melengkapi seluruh persyaratan untuk diajukan ke PBB tahun depan,” ungkap Ramlan.

Secara geologis, Ngarai Sianok merupakan lembah yang terbentuk akibat aktivitas Patahan Semangko, salah satu sesar aktif terbesar di Pulau Sumatera. Struktur geologi ini menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai ilmiah tinggi, sekaligus menjadi laboratorium alam yang penting bagi penelitian kebumian.

Tak hanya itu, kawasan ini juga menyimpan kekayaan budaya Minangkabau yang masih hidup dan terjaga dalam kehidupan masyarakat sekitar. Integrasi antara lanskap alam, sejarah, dan budaya menjadi kekuatan utama dalam memenuhi kriteria UNESCO Global Geopark.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Irman Gusman yang turut mendampingi kunjungan Menpar, menjadi sinyal kuat bahwa upaya ini mendapat perhatian serius di tingkat nasional.

Jika berhasil meraih status UGGp, Ngarai Sianok tidak hanya akan menjadi kebanggaan Sumatera Barat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan geopark dunia. Lebih jauh, pengakuan ini diharapkan mampu mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan, meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....