Fokuskan Ketahanan Pangan, GPIPS Jadi Strategi Baru Jaga Inflasi

  • 13 Feb 2026 03:33 WIB
  •  Bukittinggi

RRI,CO.ID,Banyuasin - Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pengan Sejahtera (GPIPS) menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Langkah ini ditempuh sebagai respons atas semakin komplekanya tantangan pengendalian inflasi pangan, antara lain risiko perubahan klim, cuaca ekstrom, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musman.

Pendekatan. inovatif tenintegrasi dan berkelanjutan diperkuat, tidak semata berorientasi pada. stablisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan pasokan pang an secara struktural Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung penguatan ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengembangan kastar pangan peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani serta sinergi dengan pemerintah daerah. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali dalam GFIPS Wilayah Sumatera 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (11/2)

Pada tahun 2025, inflasi nasional tercatat sebesar 2,92% (year-on-year), berada dalam kisaran sasaran inflas 2,5+1 Capaian tersebut mencerminkan efektivitas bouran kebijakan serta kuatnya sinergi pengendalian inflas, khususnya inflasi pangan. Memasuki awal tahun 2026, inflasi nasional pada Januari 2026 meningkat menjadi 3,55% (yoy), terutama dari kelompok pangan bergejolak. Perkembangan ini menegaskan bahwa spaya pengendalian inflasi pangan tetap perlu diperkuat secara konsisten dan berkelanjutan, agar inflaci pangan bergejolak terjaga pada kisaran 3.0-5,0%, sebagaimana amanat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat sebelumnya (29/1)

Deputi Gubernur Ricky menyampaikan 3 strategi utama untuk mewujudkan kotahanan dan stabilitas harga pangan nasional. Pertama, peningkatan produksi pangan, khususnya hortikultura melalui antisipasi risiko cuaca dan iklim antara lain dengan pemanfaatan bibit unggul tahan cuaca, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanom antar-komodeas yang lebih terkoordinasi antarwaktu dan antarwdayah. Kedua, kelancaran distribusi dan konektivitas antarwilayah untuk memperkuat stablitas harga melalui peningkatan efisiensi logistik dan optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) sebagai igai instrumen penguatan rantai pasok bersinergi dengan BUMN logistik Ketiga penguatan sinergiantar Pemerintah Pusat dan Daerah untuk efektivitas kebijakan antara lain melalui pemanfaatan data neraca pangan untuk KAD dan penguatan peran BUMD/Perusahaan Pangan Daerah sebagai offtaker. "Kolaborasi yang erat antara pemerintah posat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta wakil rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan petan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan tan" demikian disampaikan Deputi Ricky

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui inovasi digital SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandri Pangan (GSMP), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berhasil membangun ekosistem pangan yang kuat dan berdaya tahan Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional dan produsen beras terbesar ketiga nasional mendapat kan apresiasi nasional melalui penghargaan Satyalancane Wira Karya dari Presiden Republik indonesia dalam mendukung pencapaian swasembaga pangan nasional 2025" pungkas Gubernur Herman Deru

GPIPS merupakan penguatan dari program pengendalian inflasi sebelumnya yang dikenal sebagai Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP), GPIPS merupakan respons atas semakin kompleksnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan, dengan 3 pembaruan program, yaitu (1) program penguatan sis hulu untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan terutama menghadapi cuaca ekstrem, (2) program pengendalian inflasi yang lebih komprehensif untuk memperkuat stabilisasi harga pangan dalam jangka pendek, serta (3) program penguatan sinergi pusat dan daerah untuk mendukung program proritas pemenntah.

GPIPS drangka kan dengan Rapat Koordinasi Tim Fengendalian inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) wilayah Sumatera. Rapat koordinasi tersebut merumuskan 3 kesepakatan strategis Pertama, fokus jangka pendek pada penguatan upaya pengendalian inflasi menjelang HBKN melalui stabilisasi harga di pasar, penguatan distribusi dan konektivitas pa sokan regional, serta penguatan manajemen risiko inflasi regional. Kedua, antisipasi risiko cuaca ekstrem untuk memperkuat ketahanan pangan mela lui penguatan produksi berbasis adaptasi iklim serta perlindungan usaha tani dan pascapanen. Ketiga, penguatan sinergi satuan tugas terkait untuk percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.

GPIPS Sumatera 2026 menjadi pembuka rangkaian GPIPS Nasional yang selanjutnya akan diselenggarakan di wilayah Jawa, Balinusra, Sulampua, Kalimantan.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan temuwicara bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana dan prosarana pertanian secara simbois, business matching antara perbankan dan pelaku usaha, serta pemberangkatan truk komoditas KAD

Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan terus memperkuat snergi dan kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian in flasi, melalui mitigasi risiko cuaca ekstrem dan peningkatan efisiensi logistik pangan guna menjaga stabilitas harga, mengurangi disparitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....