Ayam Padeh Kiambang, Kuliner Pedas Legendaris Tanah Datar
- 06 Okt 2026 11:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar: Ayam Padeh Kiambang menjadi salah satu kuliner tradisional khas Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang dikenal dengan cita rasa pedas dan kekayaan rempahnya. Hidangan ini juga kerap disebut sebagai Gulai Ayam Padeh Balai Rambatan.
Berbeda dengan banyak masakan Minangkabau yang identik dengan penggunaan santan, Ayam Padeh Kiambang dimasak tanpa santan. Kuahnya menggunakan air yang dipadukan dengan beragam rempah dalam jumlah cukup banyak.
Keunikan utama hidangan ini terletak pada karakter rasa pedasnya. Sensasi pedas Ayam Padeh Kiambang tidak hanya terasa menyengat di lidah, tetapi perlahan memberikan rasa hangat hingga ke tenggorokan dan tubuh.
Kuliner tradisional ini secara turun-temurun dikenal masyarakat setempat sebagai hidangan yang kaya rempah. Sebagian masyarakat bahkan meyakini rempah-rempah yang digunakan memberikan manfaat bagi tubuh, termasuk membantu menghangatkan badan saat kurang sehat. Namun, klaim mengenai khasiat untuk mengobati penyakit merupakan kepercayaan masyarakat dan bukan pengganti pengobatan medis.
Kuliner Khas Pasar Rambatan
Ayam Padeh Kiambang tergolong kuliner yang cukup langka dan salah satu tempat yang dikenal sebagai lokasi untuk menikmatinya adalah Pasar Tradisional Rambatan.
| Baca juga: Gulai Ayam Khas Minang yang Kaya Rempah |
Hidangan tersebut biasanya dijajakan pada hari pasar tertentu, antara lain Selasa dan Kamis. Penyajiannya yang khas serta cita rasa yang kuat membuat Ayam Padeh Kiambang menjadi salah satu kuliner yang menarik perhatian pencinta masakan tradisional Minangkabau.
Kaya Rempah
Untuk menghasilkan cita rasa yang khas, Ayam Padeh Kiambang menggunakan berbagai jenis rempah. Bumbu utamanya antara lain cabai merah giling, jahe, lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih, ketumbar, pala, kapulaga, cengkeh, dan kulit manis.
Aroma hidangan diperkuat dengan penggunaan daun kunyit, daun jeruk, daun salam, serta serai yang dimemarkan. Sementara rasa asam yang menyegarkan biasanya berasal dari asam jawa atau asam kandis.
Ayam yang digunakan umumnya ayam kampung. Seluruh bumbu kemudian dicampurkan dengan air dan ayam, lalu dimasak secara perlahan hingga rempah meresap ke dalam daging.
Proses memasak yang cukup lama membuat daging ayam menjadi lebih empuk. Kuah berwarna merah kemudian menyusut dan mengental secara alami seiring proses pemasakan.
Perpaduan ayam kampung, cabai, dan rempah-rempah tersebut menghasilkan hidangan dengan rasa pedas, gurih, aromatik, dan hangat yang menjadi karakter khas Ayam Padeh Kiambang.
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Tanah Datar, kuliner ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengenal kekayaan cita rasa masakan tradisional Minangkabau yang masih bertahan di tengah perkembangan kuliner modern. (ER)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....