Efek Minum Teh Setiap Pagi Terhadap Kesehatan Ginjal

  • 01 Sep 2026 11:20 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Minum teh pada pagi hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Selain memberikan rasa segar dan membantu tubuh lebih rileks, teh juga mengandung berbagai senyawa seperti polifenol yang memiliki sifat antioksidan.

Lalu, bagaimana pengaruh kebiasaan minum teh setiap pagi terhadap kesetan ginjal? Sejumlah penelitiqan menunjukan bahwa konsumsi teh dalam jumolah wajar, terutama teh tanpa banyak tambahan gula, secara umum adanya hubungan antara konsumsi teh tanpa gula dengan resiko penyakit ginjal kronis yang rendah.

Namun,hasil penelitian tersebut menujukan hubungan, bukan berarti teh terbukti secara langsung mencegah penyakit penyakit ginjal.Teh juga menyumbang cairan penting untuk membantu pembentukan urine dan menjaga saluran kemih.

Bagi orang yang memiliki risiko batu ginjal menjaga asupan cairan merupakan salah satu langkah penting karena urine yang terlalu sedikit dapat membuat mineral pembentuk batu lebih mudah mengendap.

Manfaat teh bisa berda beda tergantung cara mengonsumsinya. Teh yang diminum dengan dalam jumlah banyak tentu nkurang baik jika menjadi kebiasaan setiap hari. Penelitian yang membandingkan teh tanpa gula dan berpemanis menemukan hubungan penurunan resiko paenyakit ginjal kronis pada kelompok yang mengonsumsi teh tanpa gula, sedangkan hubungan tersebut tidak terlihat pada teh berpemanis.

Teh yang dimunum setiap pagi akan lebih baik jika tidak diberi banyak gula . Minum teh manis secara berlebihan bukan pilihan terbaik untuk kesehatan ginjal. NAtional Founfation juga menyarankan membatasi minuman tinggi gula, termasuk teh manis.

Orang yang sudah memiliki penyakit ginjal atau pernah mengalami batu ginjal sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa teh aman atau berbahaya untuk dirinya. kebuthan cairan dan pola makan dapat berbda beda, tergantung kondisi ginjal dan jenis batu yang pernah di alami.

Jika seseorang memiliki riwayat batu ginjal, penyakit ginjal atau sedang mengalami pembatasan cairan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, atau ahli gizi ginjal sebelum mengubah kebiasaan minum sehari-hari. (RS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....