Godok Bada, "Gorengan Minangkabau dengan Aroma Daun Kunyit"

  • 08 Mei 2026 17:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Godok Bada atau yang juga dikenal dengan nama Sala Bada menjadi salah satu kuliner tradisional khas Minangkabau yang populer di Sumatera Barat. Makanan ini dikenal sebagai gorengan gurih berbahan dasar ikan teri basah atau ikan bada yang memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.

Godok Bada banyak dijadikan camilan maupun lauk pendamping nasi oleh masyarakat Minangkabau. Kuliner ini mudah ditemukan di pasar tradisional hingga lapak penjual gorengan khas Padang.

Keunikan utama Godok Bada terletak pada aroma khas daun kunyit yang menjadi ciri pembeda dibandingkan bakwan pada umumnya. Aroma harum tersebut berpadu dengan rasa gurih ikan bada dan rempah-rempah khas Minang.

Bahan utama makanan ini adalah ikan bada atau ikan teri basah segar yang biasanya dibersihkan terlebih dahulu sebelum diolah. Di kawasan Danau Maninjau, ikan bada dikenal sebagai hasil tangkapan khas yang banyak digemari masyarakat.

Selain ikan bada, adonan Godok Bada dibuat dari campuran tepung beras dan sedikit tepung terigu atau tapioka agar menghasilkan tekstur renyah yang pas. Bumbu halus yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan cabai giling.

Tak hanya itu, irisan daun kunyit menjadi bahan wajib dalam pembuatan Godok Bada. Biasanya, daun bawang dan seledri juga ditambahkan untuk memperkaya aroma dan cita rasa.

Proses pembuatannya cukup sederhana. Ikan bada dicampur bersama bumbu halus dan irisan daun, kemudian ditambahkan tepung dan air sedikit demi sedikit hingga membentuk adonan kental. Setelah itu, adonan digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan dan garing.

Masyarakat Minangkabau menjadikan Godok Bada sebagai salah satu makanan favorit karena cita rasanya yang gurih dan cocok disantap kapan saja, baik sebagai camilan sore maupun lauk pelengkap makanan utama.

Keberadaan Godok Bada hingga kini menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner tradisional Minangkabau yang terus dipertahankan di tengah perkembangan makanan modern. (ER/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....