Kerupuk Merah Minang, Pelengkap Wajib Kuliner Sumatera Barat

  • 18 Apr 2026 15:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kerupuk merah Minang, atau yang lebih dikenal sebagai Kerupuk Padang, menjadi salah satu ikon kuliner khas yang tidak terpisahkan dari berbagai hidangan masyarakat Minangkabau. Kerupuk ini dikenal dengan warna merah muda yang mencolok, tekstur renyah, serta cita rasa gurih yang khas.

Berbeda dari kerupuk pada umumnya, kerupuk merah Minang bukan sekadar camilan. Kehadirannya justru menjadi pelengkap utama dalam berbagai sajian berkuah khas Minangkabau. Sensasi “kriuk” yang dihasilkan memberikan pengalaman makan yang lebih kaya, terutama saat disantap bersama hidangan seperti lontong sayur, lontong pical, soto Padang, mie sop, hingga nasi goreng khas Minang.

Salah satu sentra produksi kerupuk merah Minang yang cukup dikenal berada di Jorong Piladang. Di daerah ini, produksi kerupuk dilakukan dalam skala besar, bahkan mampu menghasilkan berton-ton kerupuk setiap harinya untuk memenuhi permintaan pasar.

Selain disajikan sebagai pelengkap, kerupuk merah juga memiliki variasi olahan lain yang populer di tengah masyarakat. Salah satunya adalah “karupuak kuah”, yakni kerupuk berukuran lebar yang disiram kuah sate atau kuah lontong. Ada pula yang menikmatinya bersama sambal kacang atau sebagai bagian dari rujak sayur.

Dari sisi bahan, kerupuk merah Minang dibuat dari tepung tapioka atau kanji sebagai bahan utama. Adonan kemudian dicampur dengan bumbu seperti bawang putih, garam, dan terkadang sedikit terasi untuk memperkuat aroma gurih. Warna merah khasnya diperoleh dari pewarna makanan, yang dalam praktik tradisional lebih dianjurkan menggunakan bahan alami.

Proses pembuatannya sebagian besar masih dilakukan secara tradisional melalui industri rumah tangga. Adonan yang telah dibumbui dibentuk dan dikukus hingga matang. Setelah itu, adonan didiamkan hingga mengeras sebelum diiris tipis-tipis. Irisan tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering, sehingga dapat mengembang sempurna saat digoreng.

Keberadaan kerupuk merah Minang tidak hanya memperkaya cita rasa kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Minangkabau. Hingga kini, kerupuk ini tetap bertahan dan terus digemari, baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat. (ER/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....