Merawat Keluarga Jangan Sampai Lupa Diri, Ini Pentingnya Self-Care bagi Orang Tua

  • 30 Sep 2026 08:23 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menjadi orang tua sering kali berarti harus memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan, mulai dari kebutuhan anak, pekerjaan, rumah tangga, hingga urusan keluarga lainnya. Di tengah kesibukan tersebut, kesehatan diri sendiri justru sering ditempatkan di urutan terakhir.

Ada orang tua yang tetap beraktivitas meskipun tubuh sudah terasa lelah, menunda waktu makan, kurang tidur, atau mengabaikan keluhan kesehatan karena merasa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi jika berlangsung terus-menerus dapat membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Di sinilah self-care menjadi penting, yaitu upaya sadar untuk menjaga kebutuhan fisik, mental, dan emosional diri sendiri. Self-care bukan berarti bersikap egois atau mengutamakan diri dibandingkan keluarga, melainkan memastikan orang tua tetap memiliki kondisi yang cukup baik untuk menjalankan berbagai tanggung jawab sehari-hari.

Menjaga kesehatan fisik bisa dimulai dari hal sederhana seperti makan secara teratur, mencukupi kebutuhan cairan, tidur yang cukup, dan tetap aktif bergerak. Tidak harus selalu dengan olahraga berat, karena berjalan kaki, melakukan peregangan, atau meluangkan waktu untuk bergerak di sela aktivitas juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehat.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga sering kali terlupakan karena orang tua merasa tidak memiliki keluhan yang berarti. Padahal, pemeriksaan rutin dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan lebih awal dan menjadi kesempatan untuk berkonsultasi mengenai faktor risiko maupun kebiasaan hidup yang perlu diperbaiki.

Kesehatan mental juga tidak boleh dikesampingkan hanya karena seseorang sudah terbiasa menjalankan banyak peran. Rasa lelah, kewalahan, mudah marah, sulit berkonsentrasi, atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya menyenangkan dapat menjadi tanda bahwa seseorang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan mendapatkan dukungan.

Self-care tidak selalu berarti pergi berlibur, melakukan perawatan mahal, atau menyediakan waktu berjam-jam untuk diri sendiri. Membaca buku, menikmati secangkir minuman tanpa tergesa-gesa, berbincang dengan teman, melakukan hobi, beribadah, atau sekadar mendapatkan waktu tenang beberapa menit juga dapat menjadi bentuk perhatian terhadap diri sendiri.

Hal yang tidak kalah penting adalah belajar mengatakan bahwa diri sedang membutuhkan bantuan. Membagi pekerjaan rumah, meminta pasangan atau anggota keluarga mengambil sebagian tanggung jawab, serta membicarakan kondisi yang sedang dirasakan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan.

Orang tua juga perlu mengingat bahwa anak sering belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Ketika orang tua menunjukkan kebiasaan makan sehat, beristirahat, aktif bergerak, menjaga kebersihan, dan mencari pertolongan ketika sakit, anak pun dapat melihat bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian normal dari kehidupan.

Membangun kebiasaan self-care sebaiknya dilakukan secara realistis dan bertahap. Tidak perlu menunggu sampai benar-benar kelelahan untuk mulai beristirahat, karena menjaga kesehatan seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika tubuh sudah memberikan sinyal kuat.

Pada akhirnya, merawat keluarga memang merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi kesehatan orang tua juga merupakan bagian dari kesehatan keluarga. Ketika orang tua mampu menjaga dirinya dengan baik, mereka memiliki peluang lebih besar untuk menjalani aktivitas, mendampingi keluarga, dan menikmati berbagai momen kehidupan dengan kondisi yang lebih sehat dan seimbang. (DEP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....