Waspada Hidden Sugar, Gula Tersembunyi yang Sering Lolos dari Perhatian
- 30 Sep 2026 08:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Ketika mendengar kata gula, mungkin yang langsung terbayang adalah teh manis, permen, kue, atau minuman bersoda. Padahal, gula tambahan juga bisa terdapat dalam berbagai makanan dan minuman yang rasanya tidak terlalu manis sehingga sering tidak disadari.
Inilah yang sering disebut sebagai hidden sugar atau gula tersembunyi. Istilah tersebut menggambarkan gula yang terdapat dalam produk makanan dan minuman, termasuk produk yang mungkin tidak kita anggap sebagai makanan manis.
Contohnya bisa ditemukan pada saus, sereal, roti kemasan, minuman rasa buah, kopi siap minum, yogurt dengan rasa, hingga makanan olahan tertentu. Karena dikonsumsi dalam porsi kecil dan tersebar sepanjang hari, jumlah gula dari berbagai produk tersebut dapat dengan mudah menumpuk tanpa kita sadari.
Masalahnya, seseorang bisa merasa sudah mengurangi makanan manis tetapi tetap mendapatkan banyak gula tambahan dari berbagai sumber. Kebiasaan minum kopi dengan pemanis, menikmati saus saat makan, lalu mengonsumsi camilan kemasan misalnya, dapat membuat asupan gula bertambah sedikit demi sedikit.
Untuk mengetahui apakah sebuah produk mengandung gula tambahan, membaca label informasi nilai gizi dan daftar bahan menjadi langkah sederhana yang sangat membantu. Gula dapat muncul dengan berbagai nama dalam daftar bahan, sehingga konsumen perlu lebih teliti dan tidak hanya mengandalkan rasa manis saat menilai kandungan gula.
Mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan secara rutin dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan, terutama jika pola makan secara keseluruhan tidak seimbang. Karena itu, perhatian terhadap gula sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh orang yang sedang menjalani diet, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan makan sehat sehari-hari.
Yang sering membuat hidden sugar sulit dikenali adalah kemasan dan cara penyajiannya. Produk yang terlihat praktis, ringan, atau bahkan dianggap sebagai pilihan sehari-hari tetap perlu diperiksa kandungannya sebelum dikonsumsi secara rutin.
Bukan berarti semua makanan yang mengandung gula harus langsung dihindari. Yang lebih penting adalah mengetahui sumbernya, memperhatikan porsinya, membatasi konsumsi gula tambahan, dan membangun pola makan yang lebih beragam dengan memperbanyak makanan utuh seperti buah, sayur, serta sumber protein yang sesuai kebutuhan.
Kebiasaan sederhana juga bisa membantu mengurangi asupan gula tanpa harus mengubah pola makan secara drastis. Misalnya, mengurangi gula pada minuman secara bertahap, memilih air putih sebagai minuman utama, membandingkan label beberapa produk, dan tidak menjadikan makanan atau minuman tinggi gula sebagai konsumsi harian.
Kesadaran membaca label juga penting karena kebutuhan setiap orang dapat berbeda, sementara rekomendasi batas konsumsi gula perlu dilihat dalam konteks pola makan dan kondisi masing-masing. Jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau membutuhkan pengaturan pola makan khusus, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pilihan yang sesuai.
Pada akhirnya, hidden sugar mengingatkan kita bahwa rasa manis bukan satu-satunya petunjuk tentang keberadaan gula dalam makanan. Dengan lebih teliti membaca label, memperhatikan porsi, dan mengenali sumber gula tambahan, kita bisa membuat pilihan makanan dan minuman yang lebih bijak tanpa harus kehilangan kenikmatan saat makan. (DEP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....