Sukseskan UKGS, Puskesmas Rasima Ahmad Intensifkan Fluor Varnish

  • 06 Jul 2026 10:17 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Upaya mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat tidak dapat bertumpu pada instansi kesehatan semata, melainkan memerlukan komitmen tertulis dan kolaborasi aktif lintas sektor.

Menjawab tantangan tersebut, seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Bukittinggi yang berjumlah sekitar 7 hingga 8 unit resmi mengikat kerja sama resmi (Memorandum of Understanding/MoU) dengan institusi sekolah melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS).

Salah satu fokus utama dalam sinergi ini adalah langkah preventif jemput bola berupa intervensi klinis pengolesan fluor varnish bagi siswa sekolah dasar. Hal tersebut dikupas tuntas dalam program Generasi Sehat yang disiarkan melalui kanal YouTube RRI Bukittinggi bersama Terapis Gigi dan Mulut Puskesmas Rasimah Ahmad, Budi Lesmana Makhyar, AMKG.

Budi Lesmana Makhyar menjelaskan, masa usia sekolah dasar (6 hingga 12 tahun) merupakan periode yang sangat krusial bagi pertumbuhan fisik anak karena merupakan fase gigi bercampur. Pada masa ini, gigi permanen mulai tumbuh menggantikan gigi susu, namun lapisan pelindung terluarnya (enamel) masih sangat lunak dan sensitif sehingga rentan berlubang.

"Anak usia 6 sampai 12 tahun berada pada masa gigi bercampur. Gigi permanen yang baru tumbuh itu ibarat bayi baru lahir; tulang dan kulitnya masih sensitif, begitu pula pelindung terluar gigi atau enamel-nya yang masih lunak. Oleh karena itu, penggunaan fluor eksternal sangat dibutuhkan sebagai baju besi pelindung," terangnya.

Sebagai tindakan medis preventif, pengolesan fluor varnish dilakukan dengan mengoleskan cairan mineral khusus berwarna bening kekuningan menggunakan kuas kecil pada gigi anak yang telah dibersihkan. Cairan ini berfungsi mematangkan lapisan enamel dan membentuk lapisan anti-asam yang efektif menghentikan laju karies atau gigi berlubang.

Tindakan ini tidak dilakukan setiap hari, melainkan secara berkala dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan sekali. Melalui program UKGS ini, pemeriksaan massal dan pemantauan biasanya disinkronkan pada awal dan akhir semester. Pada tahap awal, Puskesmas Rasimah Ahmad sendiri telah berhasil mengaplikasikan cairan pelindung ini kepada sekitar 2.000 siswa di wilayah kerja mereka.

Program Generasi Sehat PRO 1. YouTube RRI Bukittinggi

Di sisi lain, Budi sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh sejumlah kepala sekolah di Bukittinggi dalam mendukung UKGS. Beberapa sekolah kini menerapkan kebijakan agar siswa menitipkan sikat gigi mereka di sekolah untuk digunakan dalam agenda sikat gigi bersama mingguan, seperti setiap hari Jumat. Selain itu, pemeriksaan kebersihan fisik siswa seperti kuku dan gigi kini kembali digalakkan oleh para guru kelas.

Kendati program di sekolah berjalan intensif, Budi mengimbau para orang tua untuk memperhatikan instruksi pasca-tindakan klinis serta menjaga kedisiplinan di rumah. Setelah gigi anak diolesi fluor varnish, anak dilarang langsung berkumur-kumur atau makan selama minimal 1 jam agar penyerapan mineral berlangsung optimal, serta tidak mengonsumsi makanan atau minuman panas selama 4 hingga 6 jam.

Budi menegaskan bahwa intervensi di sekolah akan sia-sia jika pengawasan di lingkungan rumah longgar. Peran krusial orang tua adalah menjadi teladan dalam kedisiplinan harian, terutama memastikan anak menyikat gigi malam sebelum tidur.

"Banyak orang tua mengeluhkan susahnya mengajak anak sikat gigi malam sebelum tidur, apalagi jika anak memiliki kebiasaan minum susu formula menggunakan botol (ngedot) menjelang tidur. Sisa susu yang mengandung gula akan mengendap semalaman dan memicu karies. Di sinilah ketegasan orang tua diuji untuk membiasakan anak menutup aktivitas malamnya dengan menyikat gigi," pungkas Budi. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....