Dampak Buruk Sering Begadang dan Cara Efektif Mengatasinya

  • 30 Sep 2026 08:09 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Kebiasaan sering begadang dan kurang tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah saat beraktivitas pada keesokan harinya. Dampak buruknya juga dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, menurunkan konsentrasi, memengaruhi suasana hati, hingga memperlemah daya ingat.

Secara mental, kurang tidur dalam jangka panjang membuat seseorang lebih mudah tersinggung, merasa cemas, dan mengalami perubahan emosi yang tidak stabil. Kondisi ini juga berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan kardiovaskular.

Fenomena tidur larut ini umumnya dipicu oleh penggunaan gawai sebelum tidur, jadwal harian yang tidak teratur, serta konsumsi kafein di sore hari. Oleh sebab itu, langkah penanganan perlu disesuaikan dengan pola hidup dan kondisi masing-masing individu.

Guna mengatasi kebiasaan tersebut, langkah awal yang sangat disarankan adalah menetapkan jam tidur dan jam bangun yang konsisten setiap harinya. Kedisiplinan waktu ini penting untuk membantu mengembalikan ritme biologis tubuh secara alami.

Masyarakat juga diimbau untuk membatasi paparan layar gawai serta cahaya terang setidaknya 30 menit sebelum beristirahat. Langkah ini efektif memberi sinyal kepada otak bahwa waktu istirahat telah tiba.

Menciptakan suasana kamar tidur yang tenang, gelap, dan sejuk turut mendukung kualitas tidur yang lebih optimal. Penggunaan tempat tidur pun sebaiknya dikhususkan hanya untuk beristirahat agar otak mengaitkannya dengan relaksasi.

Apabila belum merasa mengantuk, lakukan aktivitas ringan dengan penerangan redup hingga rasa kantuk datang. Mengubah pola tidur secara konsisten menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan fisik dan mental jangka panjang. (ALT/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....