Mengenal Dampak Bell’s Palsy Terhadap Perlindungan Bola Mata

  • 21 Sep 2026 09:01 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kondisi kelumpuhan pada saraf wajah dapat mengganggu fungsi alami kedipan kelopak mata. Demikian disampaikan dr. Romi Yusardi, Sp.M., M.H. dalam dialog program Generasi Sehat di Programa 1 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi.

"Bell's palsy itu sebenarnya kelumpuhan dari saraf, karena untuk menggerakkan kelopak mata itu ada saraf yang bekerja," terangnya.

Gangguan pada saraf wajah menyebabkan satu sisi kelopak mata tidak mampu menutup penuh.

"Kalau Bell's palsy biasanya mereka yang terganggu saraf tujuh tersebut, jadi kelopaknya enggak bisa bekerja," jelas dr. Romi.

Refleks berkedip memiliki fungsi krusial untuk membersihkan serta melumasi permukaan kornea mata. Mata yang tidak bisa berkedip berisiko tinggi mengalami iritasi hebat akibat paparan luar.

"Dengan rutin mata berkedip 40 kali sampai 60 kali semenit itu sebenarnya mata selalu disapu, dibersihkan. Kalau berkedip tidak ada, mata menjadi terbuka eksposur, bisa menyebabkan infeksi pada kornea," dr. Romi memperingati.

Penanganan medis gabungan sangat diperlukan untuk memulihkan fungsi saraf serta melindungi mata. Pemeriksaan cepat ke dokter ahli membuka peluang kesembuhan pasien secara optimal.

"Harus diobati sarafnya, berobat ke dokter saraf untuk supaya sarafnya aktif lagi, kemudian berobat ke mata untuk melindungi mata. Kalau baru biasanya insyaallah bisa, banyak kok yang terjadi seperti itu dan bisa recovery," dr. Romi memotivasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....