Beda Keracunan Makanan dan Alergi
- 15 Sep 2026 10:40 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Keracunan makanan dan alergi makanan sama-sama dapat menimbulkan keluhan setelah seseorang mengonsumsi makanan tertentu. Namun, keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Keracunan makanan biasanya terjadi ketika makanan atau minuman terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau racun yang dihasilkan mikroorganisme. Keluhan dapat dialami oleh beberapa orang yang mengonsumsi makanan dari sumber yang sama.
Gejala keracunan makanan umumnya berupa mual, muntah, sakit perut, diare dan demam. Gejala dapat muncul dalam hitungan jam atau beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, tergantung penyebabnya.
Sementara itu, alergi makanan merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein tertentu dalam makanan. Makanan yang sebenarnya aman bagi sebagian besar orang dapat memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif.
Gejala alergi dapat berupa gatal-gatal, ruam atau bentol pada kulit, pembengkakan pada bibir dan wajah, muntah, sakit perut hingga gangguan pernapasan. Reaksi alergi pada sebagian orang dapat muncul dalam waktu singkat setelah makanan dikonsumsi.
Salah satu perbedaan penting adalah pola kejadiannya. Keracunan lebih mungkin terjadi pada siapa saja yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, sedangkan alergi dapat terjadi pada individu tertentu meskipun makanan tersebut aman dikonsumsi orang lain.
| Baca juga: Ragam Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan |
Alergi juga dapat menyebabkan anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa. Jika setelah makan seseorang mengalami kesulitan bernapas, tenggorokan terasa menyempit, pembengkakan hebat, pusing berat atau kehilangan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.
Untuk mencegah keracunan, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan tangan, penyimpanan makanan, kematangan makanan serta kebersihan peralatan makan. Sementara bagi orang yang memiliki alergi, langkah utama adalah mengetahui makanan pemicu dan menghindarinya.
Dengan mengenali perbedaan antara keracunan makanan dan alergi, kita dapat lebih waspada terhadap gejala yang muncul setelah makan. Jangan menganggap semua keluhan setelah mengonsumsi makanan sebagai keracunan, karena reaksi alergi juga membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat. (ZH)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....