Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinkes Bukittinggi Pastikan Kasus ISPA Belum Naik
- 08 Sep 2026 15:28 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera mulai menyelimuti Kota Bukittinggi.
Meski kualitas udara terdampak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bukittinggi memastikan hingga Selasa, 8 September 2026, belum terjadi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinkes Kota Bukittinggi, Ramli Andrian menyebutkan, berdasarkan pemantauan Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang di bawah BMKG, kondisi partikulat udara PM2,5 di Bukittinggi secara dominan masih berada pada kategori sedang.
"Kota Bukittinggi saat ini memang terdampak kabut asap dari kebakaran hutan, dan lahan dari provinsi tetangga," ulasnya,
Ramli Andrian menerangkan, dalam tiga hari terakhir kualitas udara sempat meningkat ke kategori tidak sehat pada waktu-waktu tertentu. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan secara umum kembali berada pada kategori sedang.
“Berdasarkan pembaruan data yang diterima Dinas Kesehatan, konsentrasi PM2,5 diperkirakan masih berada pada kategori sedang hingga tengah malam,” jelasnya.
Meski demikian sambung Ramli Andrian, dampak kesehatan akibat kabut asap belum menunjukkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA.)

Pemantauan Dinkes hingga Selasa siang di rumah sakit milik Pemko Bukittinggi dan seluruh puskesmas belum menemukan adanya kenaikan kasus.
"Hasil pantauan kita sampai siang hari ini, baik di rumah sakit milik Pemko Bukittinggi, di seluruh puskesmas, belum ada peningkatan kasus ISPA terjadi di Kota Bukittinggi," ucapnya.
Ramli Andrian menambahkan, kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa paparan kabut asap sejauh ini belum tercermin dalam peningkatan kasus ISPA di fasilitas pelayanan kesehatan. Meski begitu, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan kondisi udara.
Dinkes mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah dan menutup jendela untuk membatasi masuknya udara luar ke dalam ruangan. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar juga dianjurkan menggunakan masker.
"Ketika memang harus beraktivitas di luar rumah kita dianjurkan menggunakan masker," katanya.

Selain perlindungan dari paparan udara, Ramli Andrian juga mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi sayur dan buah. Konsumsi vitamin C dapat dilakukan bila diperlukan.
“Dinas Kesehatan memastikan pemantauan kualitas udara, dan kondisi kesehatan masyarakat terus dilakukan, selama dampak kabut asap karhutla masih dirasakan di wilayah Sumatera, khususnya di Kota Bukittinggi,” ungkapnya. (YPA/AGZ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....