Setetes Darah, Sejuta Harapan di Hari Jadi Sumatera Barat ke 81 Tahun 2026
- 05 Sep 2026 07:30 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Suasana penuh kepedulian dan semangat kemanusiaan terasa di Istana Bung Hatta, Sabtu (5/9/2026). Sebanyak 300 pendonor sukarela ambil bagian dalam kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke 81 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kabag TU Biro Umum Pemprov Sumatera Barat mewakili Gubernur Sumatera Barat, Hadir pula Koordinator Penanggung Jawab Istana Bung Hatta, Zulkarnain,S.Sos bersama jajaran panitia dan tenaga kesehatan.

Bagi sebagian orang, donor darah mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Namun, bagi mereka yang sedang berjuang mempertahankan hidup, darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan, kekuatan, bahkan penyelamat kehidupan.
| Baca juga: Manfaat Buncis Untuk Kesehatan Tubuh |


Andree Harmadi Algamar mengatakan, kegiatan donor darah tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Sumatera Barat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat kebersamaan untuk membantu sesama.

“Setetes darah yang kita sumbangkan mungkin terlihat sederhana bagi kita, namun bagi seseorang yang sedang membutuhkan, darah tersebut dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti, bahkan dapat menyelamatkan kehidupan,” ujar Andree.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan tumbuh semangat gotong royong, kepedulian sosial dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Semangat saling membantu, katanya, merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Ketika seseorang bersedia memberikan sebagian dari dirinya untuk membantu orang lain yang bahkan tidak dikenalnya, di situlah nilai kemanusiaan menemukan maknanya.
Tiga ratus pendonor yang hadir hari itu tidak hanya memberikan darah. Mereka memberikan kesempatan kepada orang lain untuk terus berharap, bertahan dan melanjutkan kehidupan.
“Setiap kantong darah yang terkumpul memiliki arti. Kita tidak pernah tahu kepada siapa darah ini nantinya akan diberikan, tetapi kita percaya bahwa ada kehidupan yang mungkin tertolong melalui kebaikan yang kita lakukan hari ini,” ungkapnya.
Andree juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya Palang Merah Indonesia (PMI), tenaga kesehatan, panitia, para pendonor sukarela, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
Ia berharap semangat donor darah tidak berhenti pada momentum Hari Jadi Sumatera Barat saja, tetapi terus menjadi gerakan kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Sebab, kebaikan tidak selalu harus dilakukan dengan sesuatu yang besar. Terkadang, hanya dengan meluangkan waktu dan menyumbangkan setetes darah, seseorang telah memberikan hadiah paling berharga kepada sesama: kesempatan untuk tetap hidup.
Kegiatan donor darah di Istana Bung Hatta itu pun menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Jadi Sumatera Barat bukan sekadar tentang usia sebuah daerah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya terus menjaga nilai kebersamaan, kepedulian, gotong royong dan kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....