Antisipasi Pencemaran Udara, Pemko Bukittinggi Sarankan Warga Gunakan Masker

  • 03 Sep 2026 21:44 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kondisi berkabut asap mulai terasa di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kualitas udara diduga terdampak dari pantauan titik panas yang terjadi di beberapa daerah di Pulau Sumatra berdasarkan pantauan Stasiun Pemantau Atmosfer GAW Bukit Koto Tabang.

Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK), menyarankan pemakaian masker sebagai langkah antisipasi gangguan pernafasan, terutama bagi anak-anak, dan lanjut usia (lansia).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, mengatakan, melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan masih dapat melaksanakan kegiatan.

“Namun untuk anak-anak, lansia, serta orang yang mengalami gangguan pernapasan disarankan agar mengurangi kegiatan di luar ruangan, jika sangat dibutuhkan maka dianjurkan menggunakan masker," sebutnya, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Ramli Andrian, sumber pencemaran yang terjadi berdasarkan arah angin dominan dari arah Tenggara, Selatan atau bagian Timur wilayah Sumatera Barat, yaitu Sumatera Selatan dan Jambi.

“Selain itu potensi juga berasal dari wilayah yang berbatasan dengan wilayah Riau, seperti Kabupaten Limapuluh Kota Kota, Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya,” terangnya.

Ramli Andrian menjelaskan, kualitas udara saat ini bersifat sementara, terdapat kemungkinan membaik atau menurun tergantung pada pergerakan konsentrasi ISPU. Pemantauan kualitas udara akan terus ditinjau dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi bersama pihak Stasiun GAW Koto Tabang.

"Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memantau segala informasi secara resmi serta tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara terkini," ujarnya.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sugeng Nugroho, menyampaikan, hasil pemantauan ISPU yang sudah dilakukan, prakiraan konsentrasi PM2.5 di wilayah Kota Bukittinggi adalah 20,5 mikrogram/M3 dengan kategori kualitas udara "sedang" dengan konsentrasi maksimum sebesar 42 mikrogram.

"Sedangkan untuk prakiraan tanggal 4 September, konsentrasi PM2,5 sebesar 35.8 mikrogram/M3 kategori kualitas udara "Sedang" dengan konsentrasi pm2,5 maksimum sebesar 67.2 mikrogram/M3 kategori kualitas udara "tidak sehat" yang diprakirakan terjadi pada dinihari nanti," jelasnya.

Sejumlah warga di Bukittinggi di antaranya telah menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, meski jarak pandang masih aman, mereka juga mewajibkan anak-anak memakai masker saat bersekolah.

"Antisipasi penyakit, anak saya dua orang pelajar sekolah dasar tiap hari diantarkan dengan sepeda motor bersekolah, di lingkungannya juga sudah banyak yang memakai masker. Udara Bukittinggi tidak sesejuk biasanya," kata seorang warga, Roni Malin (50). (YPA/AGZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....