Tindak Lanjut Pasca Keracunan MBG di Palupuh Kabupaten Agam

  • 03 Sep 2026 21:47 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam - Wali Nagari Koto Rantang Novri Agus Parta Wijaya, bersama Dinas Kesehatan terus memantau pemulihan warga secara penuh usai krisis medis di fasilitas kesehatan setempat mereda.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari perkembangan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Rabu, 2 September 2026 lalu, terhadap siswa SD di Kecamatan Palupuah Kabupaten Agam Sumatera Barat, dan penanganan medis kini menunjukkan progres yang sangat baik.

Seluruh pasien yang sebelumnya memadati dan mendapat perawatan di Puskesmas Palupuah telah dinyatakan pulih dan diizinkan pulang usai menjalani masa observasi selama beberapa jam.

Hal ini ditegaskan langsung oleh dr. Hendri Rusdian, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam yang terus memantau pergerakan data korban di lapangan.

"Alhamdulillah, sore kemarin, terakhir saya periksa kemarin pulang, semua masyarakat udah bisa kita pulangkan ke rumahnya masing-masing. Hanya beberapa jam aja observasi, kemudian dah kondisi udah membaik itu udah bisa kita pulangkan. Jadi sudah dipulangkan semua, yang di puskesmas ndak ada yang dirawat lagi. Tinggal yang dua yang kita rujuk di rumah sakit yang ada di Bukittinggi," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian. (Foto : Istimewa)

Mempertegas kondisi tersebut sambung Hendri Rusdian, pengawasan medis secara intensif kini hanya difokuskan pada dua korban balita berusia tiga dan empat tahun yang masih membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan di kota Bukittinggi. Seiring dengan terkendalinya lonjakan pasien, fokus pemerintah daerah kini beralih pada upaya pencegahan bertambahnya korban dan uji klinis.

Tindakan tegas telah diambil untuk menghentikan seluruh operasional dapur penyedia makanan yang bermasalah, yakni SPPG Pasia Laweh.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Novri berdasarkan arahan pimpinan daerah.

"Sesudah surat kami juga masuk, kalau informasi sore kami dapat, Wakil Bupati kita kan kemarin juga datang bersama Kepala Dinas langsung ke Palupuh. Dan menurut informasi yang kami dengar, sampai hasil uji laboratorium keluar, itu dihentikan sementara pendistribusiannya," imbuhnya.

Guna mengungkap penyebab pasti tragedi ini ulas Novri, Tim dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Payakumbuh juga telah turun tangan mengevaluasi dan mengamankan sampel makanan sesuai standar operasional prosedur. Seluruh sampel tersebut kini telah didistribusikan ke Balai POM Padang untuk diinvestigasi lebih lanjut.

"Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan menunggu hasil uji laboratorium yang ditargetkan rampung dalam satu pekan ke depan guna memberikan kejelasan hukum serta jaminan keselamatan di masa mendatang," ungkapnya. (NAS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....