649 Kader Posyandu Bukittinggi Dilatih Dukung Transformasi Layanan ILP
- 21 Agt 2026 11:50 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi terus memperkuat kapasitas kader dan pengelola Posyandu dalam mendukung implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP). Salah satunya melalui Orientasi Pembinaan Posyandu ILP Bidang Kesehatan bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas se-Kota Bukittinggi Angkatan II.

Kegiatan yang berlangsung 21–22 Agustus 2026 di Grand Rocky Hotel Bukittinggi tersebut dibuka Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Riyani, SKM.,M.Kes. yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi.
Orientasi diikuti tenaga kesehatan Puskesmas, kader dan pengelola Posyandu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat peran Posyandu dalam transformasi layanan kesehatan primer yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Riyani menjelaskan, penerapan ILP membawa perubahan mendasar dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Jika sebelumnya Posyandu lebih banyak berfokus pada ibu hamil, ibu nifas, bayi dan balita, maka melalui ILP pelayanan diperluas berdasarkan siklus hidup.
“Dengan keberadaan ILP, kader semulanya melayani by program, namun beralih by siklus hidup,” ujar Riyani.

Dengan konsep tersebut, Posyandu nantinya melayani seluruh kelompok umur, mulai dari ibu hamil, ibu nifas, bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
Selain memberikan pelayanan di Posyandu, kader juga diarahkan melakukan kunjungan rumah kepada seluruh kepala keluarga di wilayahnya. Kunjungan tersebut bertujuan memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Hasil kunjungan rumah selanjutnya dilaporkan kepada Puskesmas Pembantu (Pustu) dan diinput oleh kader koordinator melalui aplikasi SATUSEHAT. Data tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi secara berkala mulai dari tingkat wilayah hingga Puskesmas.
Dalam pembinaan tersebut, terdapat sejumlah penekanan yang perlu menjadi perhatian bersama. Di antaranya tenaga kesehatan Puskesmas sebagai fasilitator dan mentor utama, implementasi layanan berdasarkan siklus hidup, penguatan peran mentor dan pembina, memastikan ketersediaan rujukan, supervisi fasilitas dan kunjungan rumah, serta peningkatan mutu pencatatan data kesehatan wilayah.
Selain itu, kader didorong mampu merancang skema kunjungan rumah, menggunakan data Posyandu sebagai dasar monitoring wilayah serta melakukan penyelarasan data dan advokasi bersama pemerintah kelurahan.
Berdasarkan laporan Puskesmas, terdapat 140 Posyandu di Kota Bukittinggi. Dari sekitar 1.000 kader kesehatan yang ada, sebanyak 649 kader telah mendapatkan pelatihan dan penilaian tingkat kecakapan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 389 kader berada pada tingkat kecakapan Purwa, 262 kader tingkat Madya, dan 53 kader tingkat Utama.
Riyani menyebut masih terdapat kader yang belum mendapatkan asesmen dan pelatihan. Karena itu, pembinaan akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh kader memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
“Dari sekitar 1.000 kader kesehatan di Bukittinggi, baru 649 orang yang dilatih. Jadi masih ada pekerjaan rumah untuk menuntaskan kader yang belum diasesmen,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi menargetkan seluruh Posyandu di daerah tersebut telah menerapkan konsep ILP pada akhir Desember 2026.
Untuk mendukung target itu, kader dan pengelola Posyandu diberikan pelatihan 25 keterampilan atau kompetensi dasar yang mencakup seluruh kelompok dalam siklus kehidupan.
Pelatihan kader dilaksanakan secara bertahap di setiap kelurahan dengan jadwal yang telah disusun. Pelaksanaan pelatihan tersebut didukung melalui pendanaan Global Fund Kementerian Kesehatan.
Melalui penerapan ILP, Dinas Kesehatan berharap Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pemantauan kesehatan masyarakat berbasis siklus hidup dan wilayah.
Transformasi ini diharapkan mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas deteksi dini, pencatatan data, pemantauan dan tindak lanjut masalah kesehatan di Kota Bukittinggi. (JM/RRI BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....