Harneli Mahyeldi Tekankan Pentingnya Pangan Aman Bergizi

  • 03 Sep 2026 09:26 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama mulai dari produsen, pedagang, hingga masyarakat sebagai konsumen. Upaya tersebut terus didorong melalui kegiatan Sosialisasi, Edukasi dan Promosi Keamanan Pangan yang digelar Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Kamis (3/9/2026) pagi di Aula Istana Bung Hatta Bukittinggi jelang Penutupan Jambore PKK Tingkat Sumbar 2026

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memastikan pangan yang dikonsumsi aman, bermutu, bergizi dan memenuhi standar kesehatan.

Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Hj. Harneli Mahyeldi yang juga merupakan istri Gubernur Sumatera Barat, menekankan bahwa pemenuhan pangan yang cukup tidak hanya dilihat dari kuantitas, tetapi juga harus memenuhi aspek kualitas dan keamanan.

Menurutnya, pangan yang aman dan bergizi merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat sekaligus menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Keamanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemenuhan pangan tidak hanya cukup, tetapi juga harus berkualitas dan aman dikonsumsi,” ujarnya.

Harneli menilai kondisi keamanan pangan saat ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak. Terlebih, pola konsumsi masyarakat terus mengalami perubahan, termasuk semakin banyaknya anak-anak yang mengonsumsi makanan siap saji.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihan, keamanan maupun kandungan gizinya dapat berdampak terhadap kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus.

Karena itu, menurutnya, edukasi mengenai keamanan pangan harus dimulai sejak lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam memilih bahan pangan, mengolah makanan serta memastikan makanan yang diberikan kepada anak benar-benar aman dan bergizi.

“Jangan sampai kita hanya memperhatikan makanan itu enak, tetapi tidak memperhatikan kebersihan dan keamanan dalam proses pengolahannya,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan pola konsumsi dan gaya hidup. Menurut Harneli, meningkatnya berbagai jenis penyakit saat ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih memperhatikan apa yang dikonsumsi setiap hari.

Dalam konteks pemberdayaan keluarga, Harneli menyebut isu keamanan pangan juga memiliki keterkaitan dengan peran TP PKK, khususnya melalui Pokja III yang berkaitan dengan pangan dan pengelolaan kehidupan keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Dari rumah, masyarakat dapat mulai menerapkan prinsip keamanan pangan, seperti memilih bahan makanan yang baik, menjaga kebersihan tangan dan peralatan, memisahkan bahan mentah dan makanan matang, memasak makanan secara sempurna serta menyimpan makanan dengan cara yang tepat.

Upaya tersebut dinilai semakin penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Generasi yang sehat dan produktif tidak hanya membutuhkan pendidikan berkualitas, tetapi juga harus mendapatkan asupan makanan yang aman dan bergizi sejak usia dini.

“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemenuhan gizi harus dimulai sejak sekarang. Keamanan pangan harus diperhatikan sejak bahan pangan dipilih, proses pengolahan, hingga makanan tersebut disajikan kepada keluarga,” tegasnya.

Ia berharap sosialisasi dan edukasi keamanan pangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kesadaran bersama, mulai dari keluarga hingga pelaku usaha pangan, diharapkan tercipta budaya konsumsi pangan yang lebih aman, sehat dan bergizi, sehingga kualitas kesehatan masyarakat Sumatera Barat dapat terus ditingkatkan. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....