Riyan Permana Putra Pimpin BDN Bukittinggi, Perkuat Ketahanan Pangan
- 21 Apr 2026 16:50 WIB
- Bukittinggi
Pembentukan Badan Dapur Nasional (BDN) Kota Bukittinggi menandai babak baru penguatan gerakan pangan sehat, ketahanan pangan lokal, dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di daerah itu. Dalam forum pembentukan dan konsolidasi organisasi yang digelar di Bukittinggi, Dr (c). Riyan Permana Putra, SH, MH secara aklamasi terpilih sebagai Ketua BDN Kota Bukittinggi.
Terpilihnya Riyan secara aklamasi dinilai mencerminkan soliditas dukungan peserta forum sekaligus kepercayaan terhadap kapasitas kepemimpinannya untuk membawa organisasi yang baru terbentuk ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat tata kelola pangan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Dalam pernyataannya usai terpilih, Riyan menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi bersama pemerintah daerah, elemen masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas lokal guna memastikan ketersediaan pangan yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bukittinggi.
Menurutnya, kehadiran BDN tidak hanya berorientasi sebagai organisasi formal, melainkan menjadi motor penggerak berbagai program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari edukasi konsumsi pangan sehat, penguatan dapur masyarakat, optimalisasi ketahanan pangan keluarga, hingga mendukung percepatan penurunan stunting.
Ia menyebut, tantangan ketahanan pangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kualitas konsumsi, pola makan bergizi, distribusi pangan, serta penguatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“BDN Bukittinggi diharapkan hadir sebagai wadah kolaboratif yang melahirkan program nyata dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam struktur kepengurusan yang terbentuk, Riyan akan didampingi Drs. Ridwan Idma, MPd sebagai Sekretaris, Drs. Hamdi, MPd sebagai Wakil Sekretaris, Amde Apri N.st sebagai Ketua Bidang Organisasi Manajemen, Faizal Perdana Putra, SH sebagai Kepala Rumah Tangga dan Kesekretariatan, Fitriyanti, SE sebagai Bendahara, Teuku Ibarnawi sebagai Office Boy, serta Jhoni Prasetya Simabur sebagai Ketua Bidang Satgas.
Kepengurusan ini, kata Riyan, segera menyusun langkah strategis dan program kerja prioritas, termasuk menjajaki kerja sama lintas sektor agar organisasi tidak berhenti sebagai simbol kelembagaan, melainkan menjadi instrumen yang produktif dan solutif dalam menjawab isu pangan dan gizi masyarakat.
Sejumlah agenda yang menjadi fokus awal antara lain penguatan dapur pangan berbasis komunitas, pengembangan edukasi gizi masyarakat, pendampingan pengelolaan dapur MBG, serta penguatan jejaring distribusi pangan sehat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Pembentukan BDN Bukittinggi juga dinilai selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama melalui sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Riyan menegaskan, BDN Bukittinggi diposisikan sebagai mitra strategis BGN dalam mempercepat implementasi program perbaikan gizi di tingkat daerah. Menurutnya, sinergi ini penting agar program-program peningkatan gizi tidak hanya berhenti pada level kebijakan, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat melalui penguatan komunitas dan jejaring lokal.
“Program ketahanan pangan dan peningkatan gizi membutuhkan gerakan kolektif. Karena itu BDN hadir untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, dilansir dari Lentera Pendidikan, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Badan Dapur Nasional (BPP BDN), Drs. Basyaruddin Siregar, S.SP, menegaskan pembentukan BDN lahir dari kebutuhan memperkuat tata kelola dapur MBG yang selama ini dinilai masih menghadapi berbagai persoalan kelembagaan.
Berdasarkan pengalamannya mengelola dapur MBG sejak Agustus 2025, ia menilai belum adanya organisasi yang secara khusus menjadi payung para pengelola dapur MBG di Indonesia menjadi salah satu kelemahan mendasar.
Menurutnya, yayasan yang selama ini ada lebih banyak berfungsi pada aspek administratif dan perizinan, namun belum mampu menjadi ruang penyelesaian persoalan internal maupun wadah konsolidasi antar pengelola dapur.
“Kehadiran BDN dimaksudkan untuk menyatukan gagasan dan mencari solusi bersama atas persoalan dapur MBG,” ujar Basyaruddin.
Ia juga menegaskan BDN berada di bawah Badan Gizi Nasional, dan proses deklarasi organisasi telah mendapat persetujuan untuk dilanjutkan ke tahap pelantikan nasional yang direncanakan berlangsung di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Pelantikan tersebut, menurut rencana, akan dilakukan langsung oleh Kepala BGN dan menjadi momentum penguatan konsolidasi nasional organisasi dalam mendukung agenda besar ketahanan pangan dan percepatan perbaikan gizi masyarakat.
Dengan terbentuknya BDN Kota Bukittinggi dan terpilihnya Dr (c). Riyan Permana Putra sebagai ketua, organisasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak sinergi multipihak dalam menjaga ketersediaan pangan sehat, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kota Bukittinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....